Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Demi Menjaga Marwah Organisasi, Ufiq Zuroida Mundur dari Pencalonan Ketua Fatayat NU Gresik

Muhammad Firman Syah • Selasa, 3 Desember 2024 | 20:09 WIB
Ufiq Zuroida
Ufiq Zuroida

Gresik- Konferensi Cabang (Konfercab) XIV Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Gresik berakhir dengan catatan yang tak terduga. Digelar di Aula Darun Nadwah Rusaifah Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Minggu (1/12), acara ini diwarnai ketegangan hingga keputusan mengejutkan dari salah satu kandidat terkuat, Ufiq Zuroida.

Dalam proses penjaringan, dua nama mencuat dengan perolehan suara terbanyak, Ufiq Zuroida dengan 199 suara dan Masruroh dengan 192 suara. Keduanya memenuhi syarat untuk maju ke putaran kedua. Namun, situasi memanas membuat Ufiq memilih mundur dari pencalonan meskipun unggul di putaran pertama.

“Saya awalnya bersedia maju karena diminta teman-teman pengurus harian PC Fatayat NU, dengan syarat konferensinya berjalan damai. Namun, situasi konferensi sudah tidak kondusif,” ujar Ufiq saat ditemui, Senin (2/12).

Ufiq mengungkapkan bahwa sebelumnya Masruroh sempat menolak pencalonan dengan alasan ingin fokus mengurus keluarga. Namun, kehadirannya di konferensi dengan dukungan masif dari berbagai pihak mengejutkan banyak orang.

"Saya tak mau konflik. Akhirnya, saya memutuskan mundur agar konferensi tidak semakin kacau," tambahnya.

Menurut Ufiq, proses yang berlangsung hingga malam hari menyulitkan para peserta yang meninggalkan keluarga di rumah. Ia juga menegaskan tidak akan maju lagi jika ada konferensi ulang.

"Saya ingin menjaga marwah organisasi. Biarlah konferensi berjalan damai," tandasnya.

Namun, isu lain mencuat dari beberapa peserta konferensi. Seorang ketua ranting yang enggan disebutkan namanya mengaku adanya praktik politik uang selama proses pemilihan.

“Ada bukti transaksi melalui WhatsApp. Katanya ada DP Rp250 ribu dan tambahan Rp750 ribu setelah pemilihan. Ini mencoreng nama baik Fatayat,” ujarnya.

Konferensi yang seharusnya menjadi ajang regenerasi kini menyisakan tanda tanya besar. Dengan berbagai dinamika yang terjadi, banyak pihak berharap Fatayat NU Gresik dapat segera kembali pada esensinya sebagai wadah perjuangan perempuan NU tanpa konflik dan praktik yang mencederai nilai-nilai organisasi.

 

Editor : Cak Fir
#Ufiq Zuroida #NU #Nahdlatul Ulama #penjaringan