RADAR GRESIK- Kabar mengenai perampokan yang menimpa seorang perempuan muda seksi dan cantik di Perumahan PPS, Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik ternyata bohong (hoax)
Informasi perampokan yang menimpa Azizatus Sholihah ,24, ternyata hanya karangan yang bersangkutan.
Hal tersebut diakui Azizatus Sholihah di Mapolres Gresik pada Sabtu malam 20 April 2024.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, pada Senin 15 April 2024 lalu, AS melapor ke Polsek Manyar bahwa AS menjadi korban perampokan.
Dalam ceritanya ke polisi, AS mengaku dirampok saat masak di dapur rumah kontrakannya di Jalan Taman Ruby Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Manyar, Kabupaten Gresik sekitar pukul 18.30 WIB.
Dalam pengakuannya, AS didatangi seseorang tak dikenal yang memakai masker atau topeng yang berbuat kasar pada dirinya, AS mengaku ditarik dan dibenturkan ke meja.
Masih dalam pengakuan AS, pelaku tersebut kemudian mengambil handphone korban yang bermerek iPhone.
Pelaku juga menanyakan PIN dan password iCloud korban sambil mengancam dengan pisau di leher korban.
Tak hanya itu, AS juga bercerita perhiasannya di leher diammbil orang tak dikenal tersebut.
"Namun ternyata penuturan AS dalam laporan ke Polsek Manyar tidak benar (laporan palsu)," ujarnya, Minggu (21/4)
AKP Aldhino menjelaskan kebenaran dari laporan perampokan yang disampaikan AS tersebut diketahui bermula dari penyelidikan Polsek Manyar dan Satreskrim Polres Gresik usai menerima laporan dari AS.
Dikatakan, setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan CCTV lingkungan sekitar rumah AS, tidak ditemukan orang yang mencurigakan atau pelaku perampokan.
"Sejak laporan dibuat, pelapor tidak bisa dihubungi dan belum sempat dimintai keterangan (menghilang)," jelasnya.
Nah akhirnya jajaran Unit Resmob Polres Gresik menelusuri keberadaan HP dan perhiasan AS.
Sebelum akhirnya menemukan keberadaan yang bersangkutan. Handphone AS digadaikan dengan nilai Rp7,5 juta, sementara perhiasannya Rp9,5 juta.
"HP dan perhiasan saudari AS ditemukan di pegadaian, yang digadaikan sendiri oleh yang bersangkutan" ungkap AKP Aldhino.
Uang hasil menggadaikan HP dan perhiasan tersebut diberikan kepada orang yang memiliki masalah pribadi dengan AS.
Sementara itu Azizatus Sholihah saat di Mapolres Gresik mengungkapkan dirinya mengakui laporannya sebagai korban perampokan palsu.
Dia nekat mengarang cerita perampokan usai menjual barang berharganya itu karena takut pada suaminya karena menimbulkan masalah yang belum terselesaikan dengan seseorang.
"Uangnya saya berikan kepada orang yang memiliki masalah pribadi dengan saya," ucapnya.
Azizatus Sholihah menuturkan terkait luka yang dialaminya di beberapa bagian tubuhnya diakui karena pemukulan (penganiayaan) yang dilakukan orang yang memiliki masalah pribadi dengan dirinya.
Namun tidak ada hubungannya dengan laporan perampokan yang dia buat.
Azizatus Sholihah mengatakan terkait permasalahanya dirinya enggan menerangkan masalah pribadi yang terjadi antara dirinya dan seseorang tersebut.
"Sudah selesai (tidak melaporkan masalah pemukulan)," tuturnya.
Dengan pengakuan AS ini, Satreskrim Polres Gresik segera melakukan gelar perkara untuk memutuskan laporan atau kasus ini.
"Yang jelas bahwa laporan yang dibuat AS ini tidak benar adanya, sehingga perlu kami sampaikan agar masyarakat (publik) mengetahui," pungkas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.(yud/han)
Editor : Hany Akasah