RADAR GRESIK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyulap ruas jalan terpendek di Indonesia Jalan HOS Cokroaminoto menjadi sentra kuliner dan pusat UMKM.
Bahkan, Pemkab Gresik telah menyiapkan waktu khusus setiap akhir pekan jalan tersebut disterilkan dari arus lalu lintas.
"Mulai malam ini ruas jalan HOS Cokroaminoto kita tutup untuk kendaraan, khusus pada hari Sabtu dan Minggu untuk dijadikan pusat UMKM. Dengan begitu, kita harapkan pelaku-pelaku UMKM di Kabupaten Gresik bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berkembang dan maju bersama," kata Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.
Menurut Fandi Akhmad Yani, terletak di Kawasan Bandar Grissee yang sarat akan budaya, jalan HOS Cokroaminoto menjadi saksi berkembangnya kebudayaan dan perekonomian Gresik sejak masa lampau.
Hal itu tidak lepas dari fakta sejarah yang meyebutkan bahwa Kawasan Bandar Grissee dengan luas sekitar 60 hektar, merupakan pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Nusantara.
"Gresik adalah kota kecil, kota yang penuh peradaban dan penuh cerita. Sejarahnya tertulis bahwasanya Gresik sudah masyhur di masa lampau. Maka kita sebagai generasi muda perlu melestarikan dan menjaga warisan tersebut," ungkap Fandi Akhmad Yani.
Untuk sekedar diketahui, disamping meresmikan sentra kuliner, dalam kegiatan yang sama Bupati Gresik juga melaunching Bis Wisata Bandar Grissee yang akan di kelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Bis bertingkat tersebut nantinya akan menjadi salah satu magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati Kawasan Bandar Grissee.
Selain melaunching fasilitas di Kawasan Bandar Grissee, acara The Culture of Grissee, juga didedikasikan bagi beberapa pihak yang memiliki peran besar dalam keberadaan Bandae Grissee dan Gresik pada umumnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah