GRESIK - Ribuan jamaah saat memadati dan memutihkan Alun - alun Gresik dan Masjid Jami Gresik saat mengikuti puncak rangkaian Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-68. Diketahui sebelumnya diadakan acara Maulid Nabi Muhammad dilakukan di Kediaman Habib Abu Bakar Assegaf Jalan KH Zubair kemarin.
Sekitar pukul 09.00 WIB, lantunan hadrah salawat mengiringi para rombongan ulama dan habaib berjalan menuju Maqaroh Wali Kutub Habib Abu Bakar Assegaf.
Acara diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil, yang dipimpin oleh Habib Hadi bin Abdul Qodir Al- Idrus, lalu pembacaan manaqib (biodata dan perjalanan) Habib Abu Bakar Assegaf oleh Habib Abdul Qodir bin Ali Assegaf cucu sohibul haul, dan terjemahnya dibaca oleh Habib Fahmi bin Syekh bin Abu Bakar sekaligus ijazah. Sekaligus membaca keistimewaan karomah Habib Abu Bakar Assegaf.
“Kemarin di Majelis Rouha, dibacakan wasiat ijazah Habib Abu Bakar Assegaf untuk membaca Robbis Rohli Sodri, Wa Yassirli Amri Wahlul Uddatan Min Lisan, Yafqohu Qouli sebanyak 100 kali. Kemudian juga ijazah Surat al-Qasas 24 "Rabbi, inni lima anzalta ilayya min khairin faqir. Dibaca 100 kali.
Jika tidak mampu, maka bisa dibaca 10 kali dalam sehari dua bacaan tersebut,” tuturnya dengan dijawab qobiltu ijazah.
Penceramah Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf berharap, setelah pulang dari Majlis Haul ini, para jamaah dijauhkan dari penyakit hasud dengki dan tidak cinta dunia.
“Semoga hadirin jamaah yang hadir bisa diampuni dosa, dan di hari kiamat bertemu Habib Abu Bakar Assegaf bersambung ke Nabi Muhammad SAW,” harapnya.
Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan selaku penceramah selanjutnya. Menuturkan bahwa Iman, Islam, dan Mahabbah tidak bisa terpisahkan. “Lalu setelah dari cinta akan menjadi akhlak. Dan sebaik-baiknya jawaban dengan budi pekerti dan akhlak,”tuturnya.
Pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten itu juga mengajak para jamaah untuk bisa menempuh jalan Auliyah Habib.
“Semoga hajat jamaah beserta keluarganya bisa dikabulkan setelah mengikuti Haul ini. Serta diberikan kesehatan dan rejeki kepada para jemaah,” tambahnya.
Acara pun ditutup dengan pembacaan doa, yang dipimpin oleh Habib Muhammad bin Syekh bin Abu Bakar Bin Muhammad bin Umar Assegaf. Tampak hadir di puncak Haul beberapa Habaib dan ulama.
Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, Habib Ahmad bin Abdul Qodir Assegaf, Gus Ali atau KH Agoes Ali Masyhuri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali beserta para habaib lainnya.
Baca Juga: Haul Maulana Malik Ibrahim Digelar, Diramaikan Puluhan Bazar UMKM
Kegiatan Haul Habib Abu Bakar Assegaf dimanfaatkan ratusan masyarakat Gresik yang tinggal di sekitar Alun-alun Gresik untuk membuka berbagai jenis usaha. Mulai dari usaha kuliner makanan, usaha parkir dadakan, usaha penginapan bahkan ada juga yang rela memanfaatkan toilet rumah untuk disewakan. Alhasil, omset ratusan ribu bahkan hingga jutaan berhasil didapatkan.
Usaha penginapan dan toilet dadakan banyak terlihat di sepanjang Jalan Harun Thohir Gresik Desa Pulopancikan. Disana, warga beramai-ramai memajang tulisan MCK (Mandi Cuci Kakus) di depan pintu rumah. Tidak hanya itu, warga juga rela cuti dari pekerjaan demi bisa menjadi tukang parkir dadakan.
Salah satunya, Paijo 48, warga Jalan Harun Thohir yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik aspal di Gresik.
Nah, khusus pada momen haul Habib Abu Bakar ke 68 kemarin dia bersama puluhan remaja di desanya membuka jasa parkir dadakan. Paijo mengaku dari hasil jasa parkir yang dibuka selama dua hari dia bisa mendapatkan uang hingga lebih dari Rp 3 juta.
"Untuk mobil kami kenakan tarif Rp 25 ribu dan motor Rp 10 ribu. Namun apabila mobil peziarah itu menginap tarif parkirnya Rp 50 ribu. Beruntungnya banyak peziarah yang memberikan uang Rp 100 ribu dan tidak mau dikembalikan," ujarnya.
Selain membuka usaha parkir dadakan, Paijo juga menyediakan toilet rumahnya untuk disewakan. Dari hasil penyewaan ini dirinya meraup rejeki hingga Rp 1,5 juta.
"Hari pertama dapat Rp 600 ribu, hari kedua dapat Rp 1,1 juta. Awalnya terlihat sepele, namun ternyata jamaah yang numpang ke toilet itu sangat banyak bahkan ada yang mandi," imbuhnya.
Nasib tak kalah mujur juga diperoleh Ahmad Khusnan, 51, warga Desa Pulopancikan. Dia menyediakan 3 kamar di rumahnya sebagai penginapan bagi peserta haul. Untuk tarif perkamar dia hanya mematok Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribuan sepanjang acara berlangsung. Yang membedakan tarif tersebut hanya ukuran luas kamar saja.
"Sebenarnya saya sudah menyiapkan rumah untuk menjadi penginapan ini dua malam dengan harga Rp 100 ribuan. Namun rata-rata jamaah datang pada hari pertama dan menginap satu malam saja," tuturnya. (yud/fir/han)
Editor : Hany Akasah