RADAR GRESIK – Sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Gresik melakukan kunjungan dan diskusi strategis bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan keluarga sebagai pilar utama penanggulangan bahaya narkotika.
Ketua IIDI Cabang Gresik, dr. Titin Ekowati, menekankan bahwa sosok istri memiliki peran sentral dalam menghadirkan keharmonisan, ketenangan, serta motivasi di dalam rumah tangga.
“Istri menjadi pendamping, pengelola rumah tangga, sekaligus kunci kebahagiaan keluarga melalui akhlak mulia, ketaatan, dan keteguhan menghadapi persoalan keluarga,” ujar dr. Titin, Rabu (13/5/2026).
Ibu Sebagai Madrasah Pertama
Selain mengatur kebutuhan domestik dan manajemen keuangan, dr. Titin menjelaskan bahwa istri merupakan mitra setara suami dalam mendidik anak dan menjaga stabilitas emosi keluarga. Sebagai "madrasah pertama" bagi anak-anak, peran ibu sangat besar dalam membentuk karakter dan menjaga kesalehan generasi penerus.
IIDI juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara suami dan istri. Dr. Titin mengingatkan agar kesibukan pekerjaan tidak membuat anak-anak kehilangan figur ayah (fatherless). Keterlibatan ayah sebagai role model tetap dibutuhkan demi membentuk karakter anak menuju cita-cita Indonesia Emas melalui keluarga yang sehat.
Pondasi Ketahanan Nasional
Ketua Tim Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Timur, Singgih Pratomo, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif IIDI Gresik. Mengingat profesi dokter memiliki jam kerja yang tidak terbatas, dukungan istri menjadi sangat krusial agar keharmonisan tetap terjaga dan tidak memicu keretakan yang dapat merusak ketahanan keluarga.
“Dasar pondasi ketahanan rumah tangga adalah seorang ibu. Karena ibu yang paling dekat dengan anak-anak. Jika ibu mampu menjadi pondasi keluarga yang kuat, maka akan lahir anak-anak hebat yang dapat membawa Indonesia menuju Indonesia Emas,” tegas Singgih.
Melalui diskusi ini, BNN Jatim berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi kewanitaan lainnya. Langkah preventif melalui modul ketahanan keluarga diharapkan mampu menjaga generasi muda dari ancaman narkoba demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
Editor : Hany Akasah