Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dipermalukan Tim Juru Kunci, Posisi Pelatih Gresik United Andik Ardiansyah Terancam

Fajar Yuliyanto • Jumat, 26 Desember 2025 | 16:51 WIB
KIAN PANAS: Pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah, saat memberikan keterangan pers usai laga melawan Waanal Brothers. Rentetan hasil buruk membuat posisi Andik di kursi kepelatihan kini terancam.
KIAN PANAS: Pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah, saat memberikan keterangan pers usai laga melawan Waanal Brothers. Rentetan hasil buruk membuat posisi Andik di kursi kepelatihan kini terancam.

RADAR GRESIK – Awan hitam kian menyelimuti kubu Gresik United (GU) dalam lanjutan Liga Nusantara 2025/2026. Laskar Joko Samudro dipaksa menyerah 1-2 dari tim juru kunci Grup D, Waanal Brothers, dalam laga yang digelar di Lapangan Pasiran, Kota Surabaya, Selasa (23/12/2025) sore.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak sekaligus memperpanjang rekor buruk Gresik United dengan empat kekalahan beruntun.

Kondisi ini membuat kursi kepelatihan yang diduduki Andik Ardiansyah kini berada di ujung tanduk.

Gresik United sebenarnya sempat memberikan harapan setelah unggul lebih dulu pada menit ke-19. Gelandang Alif Jaelani sukses menggetarkan jala lawan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.

Namun, keunggulan tersebut sirna menjelang akhir babak pertama. Wasit Ido Hardo menghadiahi penalti bagi Waanal Brothers setelah terjadi pelanggaran di area terlarang saat situasi sepak pojok. Tirie Adriano yang maju sebagai eksekutor sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-40.

Petaka bagi GU memuncak di menit-menit akhir pertandingan. Melalui aksi individu yang menusuk dari sisi sayap, pemain Waanal Brothers, M. Bahari, melepaskan tendangan keras pada menit ke-89 yang gagal diantisipasi kiper GU. Skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Usai laga, pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah, mengakui bahwa runtuhnya mental bertanding menjadi penyebab utama kegagalan timnya mempertahankan keunggulan.

"Skema awal berjalan baik hingga kita unggul 1-0. Namun, setelah kena penalti, psikologis pemain menurun. Tidak mudah membangkitkan mental, apalagi banyak pemain muda di tim ini," ungkap Andik.

Menanggapi rentetan empat kekalahan beruntun ini, Andik menyatakan kesiapannya jika manajemen memutuskan untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap posisinya.

"Apapun hasilnya kita terima, ke depannya adalah evaluasi," tegasnya.

Bek Gresik United, Rigyaldo, menambahkan bahwa faktor cuaca juga turut mempengaruhi performa tim. Laga sempat terhenti selama satu jam akibat hujan deras yang mengguyur lokasi pertandingan.

"Waktu yang terhenti satu jam jelas mempengaruhi ritme dan kondisi pemain di lapangan," ujarnya.

Kekalahan ini membuat Gresik United tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Grup D dengan koleksi 6 poin. Sementara itu, meski menang, Waanal Brothers masih berada di dasar klasemen dengan 4 poin, hanya terpaut selisih dua angka dari GU.

Secara keseluruhan, dari tujuh laga yang telah dilakoni, Gresik United hanya mampu memetik dua kemenangan dan menderita lima kekalahan. Manajemen dikabarkan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk menyelamatkan tim dari keterpurukan lebih dalam. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#kekalahan #gresik united #rekor #Waanal Brother FC #liga nusantara