Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Makam Sunan Drajat di Lamongan Ini Simpan Warisan Pemikiran dan Kesenian yang Luar Biasa

Hany Akasah • Minggu, 11 Februari 2024 | 03:50 WIB

 

SEJARAH: Makam Sunan Drajat, yang terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan
SEJARAH: Makam Sunan Drajat, yang terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan

RADAR GRESIK- Makam Sunan Drajat, yang terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan, bukan hanya sebuah tempat bersejarah, tetapi juga sebuah destinasi spiritual yang menyimpan warisan seni dan pemikiran Walisongo.

Sunan Drajat, atau Raden Qasim, lahir pada tahun 1470 Masehi dan dikenal sebagai salah satu Walisongo. Bersama dengan saudaranya, Sunan Bonang, ia mendirikan Pesantren Dalem Duwur di Desa Drajat sebagai pusat dakwah pada abad XV dan XVI Masehi. Falsafahnya yang sarat pesan kemanusiaan masih diingat dan diteruskan hingga saat ini.

Di tengah perjuangannya, banyak peninggalan sejarah di Makam Sunan Drajat.  Kompleks makam Sunan Drajat menyimpan berbagai peninggalan bersejarah. Pada lintel pintu masuk cungkupnya, terukir angka tahun berbentuk candra sangkala mulya, menandakan tahun 1531 Saka (1609 M), saat makam itu dibangun atau dipugar. Seiring waktu, cungkupnya diperluas pada tahun 1544 Saka (1622 M) untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah peziarah.

Peninggalan seni Sunan Drajat juga tercermin dalam gamelan yang dihiasi dengan ragam hias singa mengkok, dikenal sebagai gamelan Singo Mengkok.

Perangkat gamelan ini, mulai dari bonang hingga rebab, menjadi bagian dari warisan budaya dan seni Nusantara. Semua artefak tersebut sekarang ditempatkan dengan baik di Museum Sunan Drajat.

Sunan Drajat tidak hanya dikenal sebagai pemikir dan pemimpin dakwah, tetapi juga sebagai sastrawan. Karyanya berupa tembang pangkur, yang kemudian berbaur dengan sastra macapat pada akhir abad ke-15, masih memberikan inspirasi hingga saat ini.

Selain itu, Sunan Drajat memanfaatkan sastra suluk dan bait-bait dari Serat Dewa Ruci untuk menyebarkan ajaran Islam.

Melalui peninggalan seni, pemikiran, dan sejarah, Makam Sunan Drajat di Lamongan menjadi saksi kehidupan dan perjuangan Walisongo. Sebuah perjalanan spiritual dan intelektual yang mengajak kita untuk menjelajahi dan menghargai kekayaan warisan budaya Nusantara. Makam Sunan Drajat tetap menjadi destinasi yang inspiratif dan bernilai, merangkul masa lalu yang membentuk masa depan. (mg/han)

Editor : Hany Akasah
#kesenian #Sastra #wisata #Lamongan #Sunan Drajat #suluk