Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Usai Libur Imlek, Kunjungan Pasien di Puskesmas se-Kabupaten Gresik Melonjak 50 Persen

Fajar Yuliyanto • Kamis, 19 Februari 2026 | 17:08 WIB
KUNJUNGAN: Warga saat mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan di salah satu puskesmas di Kabupaten Gresik pasca libur panjang.
KUNJUNGAN: Warga saat mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan di salah satu puskesmas di Kabupaten Gresik pasca libur panjang.

RADAR GRESIK – Sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Gresik mengalami lonjakan kunjungan pasien yang signifikan usai libur cuti bersama Imlek.

Fenomena ini terlihat jelas di beberapa titik layanan kesehatan, seperti Puskesmas Sukomulyo dan Puskesmas Gending, di mana warga memadati area pendaftaran sejak pagi hari.

Masyarakat datang dengan berbagai keperluan medis, mulai dari pemeriksaan kesehatan di poli umum, kontrol penyakit rutin, hingga layanan kesehatan reproduksi dan pemasangan alat kontrasepsi di poli KB.

Lonjakan ini dipicu oleh tertundanya keinginan warga untuk berobat selama dua hari masa libur Imlek, sehingga terjadi penumpukan pasien saat layanan kembali dibuka normal.

Kepala Puskesmas Sukomulyo, Inna Widya Satvika, mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah pasien di wilayahnya mencapai angka 50 persen jika dibandingkan dengan hari biasa.

Ia merinci bahwa kepadatan paling tinggi terjadi pada layanan pemeriksaan dasar bagi orang dewasa maupun anak-anak.

“Kalau hari biasa rata-rata sekitar 200 kunjungan per hari. Hari ini sampai siang sudah tercatat 322 kunjungan. Paling banyak di poli umum dan poli anak,” katanya.

Kondisi serupa juga terpantau di Puskesmas Gending. Kepala Puskesmas Gending, Widyadiningsih Qosim, menjelaskan bahwa arus pasien sudah mulai merangkak naik sejak pertengahan Februari dan mencapai puncaknya setelah masa libur usai. Mayoritas pasien datang dengan keluhan penyakit ringan serta kebutuhan rujukan lanjutan.

"Kalau hari normal sekitar 170 pasien. Sabtu kemarin tanggal 14 Februari sudah 230-an. Hari ini 253 dan ditutup 263,” jelas Widyadiningsih.

Selain poli reguler, Unit Gawat Darurat (UGD) juga tidak luput dari serbuan warga. Widyadiningsih mencatat adanya kenaikan drastis pasien darurat yang biasanya hanya belasan orang, kini melonjak hingga puluhan orang dalam satu waktu.

"Mungkin karena banyak yang batuk pilek tapi sudah tidak sabar menunggu poli buka, akhirnya langsung ke UGD," imbuhnya.

Meskipun terjadi lonjakan, pihak puskesmas memastikan pasien penyakit kronis seperti hipertensi tetap mendapatkan penanganan prioritas. Bahkan, bagi warga pemegang BPJS PBI yang mengalami kendala administrasi, pihak puskesmas memberikan solusi cepat agar pelayanan kesehatan tidak terputus.

"Kami kasihan kalau pasien kronis tidak bisa berobat karena BPJS-nya tiba-tiba tidak terdaftar. Jadi kami ajukan UHC fast tracking supaya tetap bisa mendapatkan obat dan penanganan cepat," ujarnya.

Dalam upaya mengurai kepadatan di puskesmas induk, pihaknya kini terus mengoptimalkan semangat Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui skema ini, layanan kesehatan dasar didekatkan kembali ke tingkat desa melalui Pustu dan Ponkesdes, termasuk untuk layanan cek kesehatan gratis.

"Untuk pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG) setahun sekali. Tapi tetap kita maksimalkan di Pustu dan Ponkesdes. Semua desa harus memiliki Pustu dan Ponkesdes di era ILP, di Gending kita ada pustu dan kita optimalkan,” pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#Imlek #kesehatan #gresik #Puskesmas #sukomulyo #DINKES