RADAR GRESIK – BPJS Kesehatan Cabang Gresik memberikan penghargaan kepada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Gresik dan Lamongan yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam menyelenggarakan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang lebih baik.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, mengumumkan terdapat delapan Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Tahun 2025. Penghargaan ini terdiri dari empat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan empat Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
“Untuk kategori FKTP Berkomitmen Tahun 2025 yakni Puskesmas Metatu, Klinik Banaran, Dokter Praktik Perorangan dr. Win Fudlatin Thora, dan drg. Roro Suaidah,” kata Janoe.
Sementara itu, untuk kategori FKRTL, faskes yang menerima apresiasi adalah RS Muhammadiyah Lamongan, RS Fathma Medika, RSI Mabarrot MWC NU Bungah, dan Klinik Mata Utama.
Janoe menjelaskan bahwa penilaian Faskes Berkomitmen ini melalui serangkaian tahapan yang ketat. Tahap pertama mencakup aspek administratif dan reputasi, seperti telah menjadi mitra BPJS Kesehatan minimal dua tahun, tidak memiliki riwayat penanganan FRAUD, dan nilai rekredensialing terakhir lebih dari 80.
Selain itu, faskes tidak pernah menerima Surat Peringatan selama tahun 2023 hingga 2025, serta tidak pernah memiliki riwayat postingan media sosial yang berpotensi negatif terhadap reputasi BPJS Kesehatan.
"Jika lolos tahap pertama tersebut maka dilanjutkan pada penilaian tahap kedua yakni komitmen kendali mutu dan komitmen kendali biaya," ujarnya.
Penilaian ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara. Oleh karena itu, seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN.
Penghargaan yang diberikan BPJS Kesehatan tahun ini mengusung semangat “Seva Paramahita”. Istilah "Seva" bermakna pelayanan kepada sesama dengan tulus sebagai bentuk pengabdian, sementara "Paramahita" berarti kualitas luhur atau kesempurnaan.
Dengan filosofi ini, BPJS Kesehatan berharap seluruh faskes terus menumbuhkan semangat pelayanan yang penuh integritas, empati, dan profesionalisme.
Janoe Tegoeh Prasetijo menegaskan bahwa keberhasilan Program JKN sangat bergantung pada kontribusi faskes di seluruh tingkatan. Ia menyebut, sinergi yang kuat antara BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional.
“Program JKN adalah milik kita bersama. Kami percaya, dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, Program JKN akan terus menjadi harapan seluruh masyarakat dalam menjamin layanan kesehatan. Selain itu, hadirnya Program JKN sekaligus wujud nyata hadirnya negara dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah