RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik mengambil langkah serius dalam upaya pencegahan penyakit menular dengan melaksanakan pemeriksaan Rontgen Tuberculosis (TBC) massal.
Sebanyak 250 Warga Binaan menjalani skrining kesehatan ini sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan aman.
Pemeriksaan TBC ini dilakukan melalui Chest X-Ray (rontgen dada), dan dilanjutkan dengan tes dahak bagi Warga Binaan yang menunjukkan indikasi positif. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Rutan Kelas IIB Gresik, Tirta Medical Center Surabaya yang menyediakan layanan bus rontgen keliling, Puskesmas Cerme, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, serta Laboratorium BBLK Surabaya.
Petugas kesehatan Rutan Kelas IIB Gresik, dr. Dzurratun, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini menargetkan seluruh Warga Binaan untuk skrining TBC secara menyeluruh.
"Kami menargetkan seluruh Warga Binaan jalani skrining TBC melalui chest X-ray. Dengan adanya bantuan dari tim medis Tirta Medical Center, kami optimistis seluruh proses diselesaikan sesuai jadwal,” ujarnya.
Dr. Dzurratun menambahkan, bagi Warga Binaan yang hasil rontgennya terindikasi positif, akan dilanjutkan dengan tes dahak. Apabila terkonfirmasi TBC, mereka akan segera dipisahkan dari blok hunian lainnya untuk mendapatkan perawatan khusus.
“Hal ini dilakukan agar pengobatan lebih efektif dan mencegah penularan,” jelasnya.
Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menegaskan bahwa menjaga kesehatan Warga Binaan adalah komitmen penuh Rutan sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap orang, termasuk Warga Binaan. Melalui skrining TBC ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan mendukung proses pembinaan di Rutan Gresik,” tegasnya.
Kegiatan pemeriksaan TBC ini merupakan langkah konkret Rutan Gresik dalam mendukung program nasional eliminasi TBC tahun 2030, sekaligus memperkuat upaya pencegahan dini penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah