RADAR GRESIK – Upaya pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Gresik terus digencarkan.
Kolaborasi erat antara aparat TNI, khususnya Babinsa, dan Dinas Pertanian menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran serta memberikan perlindungan maksimal bagi hewan ternak milik warga.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Gresik, Viki Mustofa, menyatakan bahwa kasus PMK kini sudah terkendali berkat program vaksinasi yang konsisten.
"Kasus-kasus PMK sudah bisa ditekan karena adanya vaksin. Setiap hari, tim melakukan penyuluhan sekaligus vaksinasi ke daerah-daerah yang belum terjangkau," kata Viki, Rabu (17/9).
Ia menambahkan, vaksin booster akan diberikan setiap tiga bulan sekali untuk menjaga kekebalan hewan.
Viki berharap, program vaksinasi ini dapat berjalan konsisten hingga tahun 2030, sehingga Kabupaten Gresik bisa benar-benar terbebas dari PMK.
Dukungan signifikan juga datang dari jajaran TNI. Babinsa Koramil 0817/07 Kebomas, Serda Edy, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan para peternak kambing di Desa Kembangan,
Kecamatan Kebomas. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memberikan pemahaman mengenai kewaspadaan terhadap wabah PMK.
Serda Edy menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi warga binaan dalam upaya pencegahan PMK.
"Sesuai arahan pimpinan, kami Babinsa akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyebaran PMK serta mendorong agar warga segera melapor jika menemukan tanda-tanda penyakit pada hewan ternaknya," ujarnya.
Salah satu peternak kambing, Muslimin, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Babinsa.
"Kami berterima kasih atas kunjungan Bapak Babinsa yang telah meluangkan waktu untuk memberikan wawasan terkait wabah PMK. Ini sangat bermanfaat bagi kami untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan peternakan," ungkapnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah