Dalam kesempatan itu, Ersyad meminta kepada pihak yayasan Nurul Islam untuk menghadirkan mantan Kepala Sekolah MTs Nurul Islam, AN yang telah memukul 15 siswinya hingga pingsan. Tidak hanya itu, Kemenag juga meminta agar sebagian siswi yang menjadi korban pemukulan dihadirkan.
Pantauan di lapangan, pertemuan yang digelar di aula sekolah itu berlangsung tertutup. Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam itu hadir Ketua Yayasan Nurul Islam Pongangan, Ali Muksin Djalil, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pemkab Gresik serta perwakilan wali murid dan siswa yang menjadi korban.
Kepala Kemenag Gresik, Mohammad Ersat mengakui apabila pertemuan berjalan cukup alot. Namun pihaknya berupaya untuk mencarikan solusi atas masalah ini. "Dalam pertemuan tadi semua pihak kami berikan kesempatan untuk bicara. Baik kepala sekolah non aktif, wali murid, pihak yayasan dan Satgas PPA Pemkab Gresik," ujarnya.
Baca Juga : Pukul Siswi sampai Pingsan, Guru MTS di Pongangan Dipolisikan
Meski pertemuan berlangsung tiga jam, belum ada kata sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Pihak wali murid yang dihadirkan masih belum bisa satu suara untuk mengakhiri kasus pemukulan terhadap anaknya. "Ada yang mau memaafkan namun ada yang masih belum terima. Intinya dalam pertemuan ini wali murid masih meminta waktu untuk diskusi apakah persoalan ini bisa ditutup atau lanjut," imbuhnya.
Selanjutnya, dalam rangka memberikan pendampingan kepada para siswi korban kekerasan Kepala Sekolah dalam waktu dekat Kemenang akan melakukan trauma healing sekaligus melakukan pembinaan terhadap semua guru madrasah (MTs) di Gresik melalui forum Kelompok Kerja Madrasah (KKM).
"Kami sudah membagi empat wilayah KKM termasuk Bawean. Semuanya guru akan kami kumpulkan dan lakukan pembinaan," pungkasnya.
Di tempat sama, Pembina Yayasan Nurul Islam, Ahmad Mujiono menyampaikan, pihak yayasan merasa dirugikan atas ulah oknum Kepala Sekolah yang melakukan kekerasan pada belasan siswi. Apalagi kasus ini mencuat di tengah momen Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
"Jika ada yang menyampaikan kepala sekolah mengundurkan diri itu tidak benar. Beliau kami berhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya dan dikeluarkan dari sekolah," tegas Nono (sapaan akrabnya).
Pada bagian lain, perwakilan wali murid siswi Mts Nurul Islam Pongangan yang tidak mau menyebut namanya mengaku sudah melakukan koordinasi antar wali murid lain yang anaknya menjadi korban pemukulan. Hasilnya mereka sepakat agar kasus ini dibawa ke meja hijau.
Baca Juga : Ada 15 Siswa MTs Korban Kekerasan, Bu Min Minta Kepsek Diproses Hukum
Sementara itu, Kepala Mts Nurul Islam, AN hingga selain terbukti memukuli 15 siswinya juga dilaporkan melakukan dugaan pelecehan seksual. Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Aldhino Prima Wirdan mengaku sudah mendapatkan pelimpahan kasus ini dari polsek Manyar. Dia mengaku jika dugaan pelecehan seksual ini berangkat dari keterangan korban saat proses penyelidikan. Nah, untuk memperjelas itu semua, lanjut Aldhino, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mendalami kasus tersebut. Langkah itu dilakukan untuk segera mengamankan terlapor.
“Kasus ini menjadi atensi pimpinan dan kami sudah membentuk tim khusus untuk memgamankan pelaku,” kata Aldhino. (fir/han) Editor : Hany Akasah