RADAR GRESIK - Momentum long weekend yang identik dengan lonjakan wisatawan harus diimbangi dengan kebijakan lalu lintas yang tepat. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan bahwa penerapan sistem one way di jalur wisata harus tetap diawasi dan tidak boleh dipaksakan jika kondisi lalu lintas masih normal.
Menurut Senator Jatim itu, kebijakan rekayasa lalu lintas seperti one way memang penting untuk mengurai kemacetan, terutama di kawasan padat seperti jalur menuju berbagai lokasi wisata. Namun, penerapannya harus berbasis kondisi riil di lapangan, bukan sekadar rutinitas setiap akhir pekan panjang.
“Kalau volume kendaraan masih normal, tidak perlu dipaksakan. One way itu harus situasional dan tetap diawasi,” ujar Ning Lia.
Perempuan yang akrab disapa Senator Cantik itu mengingatkan bahwa tujuan utama kebijakan lalu lintas adalah memberikan kenyamanan, bukan justru membuat masyarakat terjebak lebih lama di perjalanan. Ia menyoroti pentingnya pengaturan arus agar wisatawan tidak tertahan terlalu lama, baik saat berangkat maupun saat kembali dari destinasi wisata.
“Jangan sampai orang berlama-lama di jalan. Wisata itu untuk refreshing, bukan menambah kelelahan,” tegas politisi muda tersebut.
Baca Juga: Pejalan Kaki Lansia Terluka Usai Tertabrak Motor Pelajar di Wringinanom Gresik
Selain itu, ia menekankan aspek psikologi wisatawan yang kerap terabaikan. Libur panjang seharusnya menghadirkan pengalaman menyenangkan. Jika rekayasa lalu lintas terlalu panjang dan kaku, hal ini bisa menurunkan minat masyarakat untuk berwisata di kemudian hari.
Keponakan Gubernur Jatim Khofifah itu pun mendorong agar kebijakan one way diterapkan dengan pendekatan yang lebih adaptif. Yakni berbasis data volume kendaraan secara real-time, dilakukan secara fleksibel dan terukur hingga mempertimbangkan kenyamanan serta persepsi wisatawan.
“Selain itu, saat perjalanan pulang, wisatawan biasanya memanfaatkan waktu untuk menikmati kuliner atau mengunjungi destinasi lain. Namun, penerapan kebijakan one way kerap membatasi akses tersebut, sehingga mereka tidak dapat menikmati pengalaman wisata secara optimal,” katanya.
Dengan pengawasan yang optimal dan kebijakan yang tepat sasaran, ia berharap arus lalu lintas tetap lancar tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat.
“Mumpung long weekend, jangan sampai perjalanan wisata justru terasa melelahkan karena pengaturan yang kurang tepat,” pungkasnya. (han)
Editor : Hany Akasah