RADAR GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya lokal melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas.
Salah satu langkah nyata terlihat saat Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menghadiri Festival Budaya dan Kuliner Pasar Panganan Giri Biyen di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, pada Minggu (3/5).
Kehadiran Bupati dalam agenda rutin yang digelar setiap Minggu Kliwon ini merupakan bentuk dukungan langsung pemerintah terhadap pelestarian kearifan lokal sekaligus upaya penguatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Lepas 376 Jemaah Haji Kloter 46, Gus Yani Bekali Obat-obatan dan Pesan Gotong Royong
Festival ini menawarkan pengalaman unik dengan suasana tempo dulu yang sangat kental, di mana para pedagang mengenakan busana tradisional dan transaksi dilakukan menggunakan koin gobog.
Sebanyak 43 pelaku usaha terlibat dalam kegiatan ini, menyuguhkan aneka kuliner khas Gresik yang mulai langka di pasaran. Menurut Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut, kegiatan ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai ajang wisata, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal identitas budayanya.
“Festival ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali khazanah kuliner dan tradisi lokal Giri di tengah perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya daerah kepada generasi muda,” ujar Gus Yani.
Baca Juga: Targetkan Kinerja Lebih Efektif, DPRD Gresik Siapkan Rencana Kerja 2027 Demi Kebutuhan Masyarakat
Bupati memberikan apresiasi atas meningkatnya antusiasme masyarakat sejak festival ini pertama kali diluncurkan. Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Gresik berencana untuk terus memperkuat pengembangan kegiatan serupa melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif. Khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan UMKM lokal,” pungkasnya. (han)