RADAR GRESIK – Tradisi "Malem Selikur" atau malam ke-21 Ramadan di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Desa Suci, Kecamatan Manyar, kembali berlangsung khidmat.
Puluhan ribu santri, alumni, dan jamaah dari berbagai daerah memadati Gedung Darun Nadwah Rushaifah pada Selasa (10/3) malam untuk mengikuti Majelis Haul tahunan yang sakral tersebut.
Agenda besar ini digelar sekaligus untuk memperingati Haul ke-22 Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki serta Haul ke-29 KH Abdullah Faqih bin Thoyyib.
Meski sempat diguyur rintik hujan, antusiasme jamaah tidak surut; ribuan orang tetap bertahan hingga meluber ke halaman gedung demi mendapatkan keberkahan majelis.
Khidmatnya acara sudah terasa sejak pagi hari. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Khotmil Al-Qur’an, pembacaan Dalailul Khairat, hingga ziarah ke maqbaroh para masyayikh.
Suasana kekeluargaan memuncak saat seluruh jamaah melaksanakan buka puasa dan salat Maghrib berjamaah di area pondok.
Memasuki acara inti pada malam hari, lantunan Qasidah Burdah dan doa Khotmil Qur’an bergema, dipimpin oleh Habib Ahmad bin Edrus Al Habsy.
Acara ini dihadiri langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, KH Masbuhin Faqih, serta sejumlah ulama dan habaib kenamaan. Salah satu tamu istimewa yang hadir adalah Syekh Muhammad Syadi Musthofa Arbasy, ulama internasional sekaligus pentahqiq kitab Ihya’ Ulumiddin dari Jeddah.
Tak hanya pembacaan manaqib dan doa, suasana haru sekaligus bahagia mewarnai majelis saat dilaksanakannya prosesi nikah massal bagi 12 pasangan.
Prosesi akad dan khutbah nikah dipimpin langsung oleh Habib Abu Bakar bin Ali Assegaf dan Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf.
Perwakilan panitia, Abdul Fatah, mengungkapkan bahwa jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai 10.000 orang. Mereka merupakan santri aktif dan alumni lintas generasi yang datang untuk menyambung sanad dan silaturahmi.
"Susunan acara memang dinamis menyesuaikan kondisi lapangan, namun inti dari kegiatan ini adalah tabarruk (mencari berkah) kepada para guru dan memperkuat ukhuwah di malam yang mulia ini," ujarnya.
Rangkaian acara ditutup menjelang tengah malam dengan Doa Ibtihal yang dipimpin oleh deretan habaib dan masyayikh, di antaranya Habib Hadi bin Abdul Qadir Alaydrus dan Habib Muhammad bin Idrus Al Haddad, membawa suasana hening dan penuh doa bagi keselamatan umat. (yud/han)
Editor : Hany Akasah