RADAR GRESIK – Tradisi membawa bekal khas daerah saat menunaikan ibadah haji sudah menjadi pemandangan lazim bagi warga Kabupaten Gresik. Menariknya, selain makanan kering, racikan kopi legendaris dari Warkop Makju di Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, menjadi barang "wajib" yang turut terbang hingga ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah.
Warkop yang terletak di tikungan Jembatan Ngawen ini dikenal memiliki cita rasa kopi yang unik; pahit yang berpadu dengan rasa gurih, serta tekstur cairan yang kental.
Karakter inilah yang membuat para jamaah haji asal Gresik Utara merasa belum lengkap jika tidak membawa bekal bubuk kopi tersebut.
Baca Juga: Limbah Tambak Udang Vaname di Ujungpangkah Diduga Cemari Laut, Nelayan Keluhkan Bau Menyengat
Salah satu jamaah haji asal Desa Pegundan, Kecamatan Bungah, Ahmad Shodiq, mengaku telah menyiapkan stok khusus untuk dibawa ke Arab Saudi.
“Saya sengaja membawa empat ikat kopi racik dari Warkop Makju. Karena setiap pagi sudah terbiasa ngopi di situ, jadi bekal ini untuk mengobati rindu agar tetap bisa menikmati kopi khas Gresik selama di Tanah Suci,” ungkap Shodiq, Kamis (7/5).
Eksistensi Warkop Makju memang sudah melegenda. Pengelola warkop saat ini, Neng Nur, menjelaskan bahwa konsistensi rasa menjadi kunci mengapa warung sederhana miliknya tetap bertahan di tengah gempuran kafe modern.
Baca Juga: INFORMA Gresik Resmi Hadir di Lower Ground Icon Mall, Usung Konsep Baru Diskon Separuh Harga
Warkop ini didirikan pertama kali oleh ibundanya, Makju, dan kini dikelola oleh anak-anaknya. Meski bangunannya sederhana dengan pemandangan hamparan tambak dan pepohonan rimbun, pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan, bahkan dari luar kota.
“Alhamdulillah, tiap hari selalu ramai dari pagi sampai sore. Banyak pelanggan yang sudah fanatik dengan rasanya. Kami buka setiap hari, kecuali hari Jumat kami libur,” jelas Ning Nur.
Selain rasa yang "ngangenin", daya tarik utama warkop ini adalah harganya yang sangat terjangkau. Satu porsi kopi hanya dibanderol seharga Rp 6.000.
Baca Juga: Gema Haul di Manyar: Upaya Pemdes Banyuwangi Melestarikan Budaya Lokal dalam Bingkai Kebersamaan
Kesederhanaan tempat dan keaslian rasa inilah yang membuat Kopi Makju tidak sekadar menjadi minuman, tetapi juga identitas budaya bagi pecinta kopi di wilayah Sidayu dan sekitarnya, hingga terbawa dalam perjalanan spiritual ke Tanah Suci. (jar/han)
Editor : Hany Akasah