RADAR GRESIK – Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar dengan khidmat oleh masyarakat Dusun Tugu, Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Ritual tahunan ini menjadi cermin rasa syukur warga kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, baik dari hasil bumi maupun hasil tambak yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.
Sejak pagi, antusiasme warga terlihat saat mereka berbondong-bondong menuju lokasi acara dengan membawa tumpeng, aneka buah-buahan, serta berbagai hidangan khas.
Baca Juga: Riuhnya Lebaran Ketupat di Desa Yosowilangun Gresik, Berburu Snack hingga Tukar Kuliner Ketupat
Sajian yang dibawa secara sukarela tersebut bukan sekadar makanan, melainkan simbol sedekah dan wujud nyata kebersamaan antarwarga.
Suasana kekeluargaan terasa kental saat masyarakat duduk bersimpuh bersama, mengikuti rangkaian doa dengan khusyuk. Bagi warga Dusun Tugu, momentum ini merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan sosial di tengah kesibukan sehari-hari.
Kepala Desa Jono, Asrun, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan warga dalam menjaga tradisi budaya yang sarat akan nilai religius tersebut. Ia menegaskan bahwa esensi dari Sedekah Bumi melampaui sekadar ritual seremonial.
Baca Juga: Eratkan Silaturahmi dan Syukur, Warga Banyuwangi Gresik Gelar Tradisi Sedekah Bumi
“Tradisi ini adalah momentum penting untuk memperkuat rasa syukur kita kepada Sang Pencipta. Lebih dari itu, ini adalah cara kita menjaga kebersamaan dan meningkatkan kepedulian antar sesama warga,” ungkap Asrun.
Senada dengan hal tersebut, Peltu Suyanto yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai Sedekah Bumi memiliki dampak positif yang besar bagi stabilitas sosial di tingkat desa.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menjaga kekompakan warga. Selain ungkapan syukur, ini menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara masyarakat dengan aparat. Kami dari Koramil sangat mendukung tradisi yang mampu menjaga kerukunan dan harmoni seperti ini,” jelasnya.
Melalui perhelatan Sedekah Bumi ini, masyarakat Dusun Tugu tidak hanya berhasil menjaga warisan budaya leluhur agar tidak tergerus zaman, tetapi juga sukses memperkokoh nilai gotong royong dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. (jar/han)
Editor : Hany Akasah