Imanda Ratining Putri Membawa Semangat Kartini dari Industri Lokal Gresik Menuju Pasar Global

RADAR GRESIK – Di tangan Imanda Ratining Putri, limbah sekam padi yang sering dianggap sebelah mata bertransformasi menjadi produk bernilai tinggi yang menembus pasar internasional.
Sebagai salah satu sosok di balik kemudi PT Aji Bakuh Anugrah, wanita yang akrab disapa Manda membuktikan bahwa semangat Kartini di era modern adalah tentang keberanian mendobrak stigma di sektor industri berat dan agrikultur.
Bagi Manda, memperingati Hari Kartini bukan sekadar seremonial emansipasi. Ia memandang pahlawan nasional tersebut sebagai seorang catalyst atau katalisator pemikiran.
Baca Juga: Sri Subaidah, Sosok Kartini Hijau di Balik Misi Penyelamatan Lingkungan Gresik
"Kartini membuktikan bahwa batasan gender dan tradisi tidak bisa memenjarakan pemikiran. Di industri saat ini, dia adalah representasi keberanian untuk mendobrak stigma bahwa sektor agro atau industri berat hanya milik laki-laki," ungkap Manda.
Menurutnya, kecerdasan dan sikap teguh adalah modal utama dalam memimpin, melampaui sekat-sekat gender.
Memimpin perusahaan yang fokus pada pengolahan limbah alam (sekam padi), Manda memaknai semangat Kartini melalui resiliensi. Dunia korporasi yang dinamis menuntutnya untuk terus belajar, mulai dari urusan manajerial hingga teknis lapangan.
Untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah ketidakpastian pasar global, Manda menerapkan prinsip Agile Kaizen—sebuah metode adaptasi cepat dan perbaikan terus-menerus.
"Beradaptasi bukan berarti menyerah pada keadaan, melainkan strategi untuk tetap relevan. Ini adalah cara kita berperang dengan ego dan kekakuan untuk menjaga kesejahteraan tim," tegasnya.
Kesuksesan PT Aji Bakuh Anugrah dalam mengekspor produk hingga ke Jepang dan berpartisipasi dalam berbagai expo internasional menjadi bukti bahwa kearifan lokal Gresik memiliki standar dunia. Namun, bagi Manda, kesuksesan tersebut harus dirasakan secara kolektif.
"Saya berharap bisa menciptakan ekosistem di mana perempuan bukan hanya menjadi penonton, tetapi pemain utama dalam rantai pasok ekonomi," jelasnya.



