Komisi III DPRD Gresik Sidak Jalan Bungah-Dukun, Progres Pembangunan Baru Capai 50 Persen

RADAR GRESIK – Jajaran Komisi III DPRD Kabupaten Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek peningkatan kualitas ruas Jalan Bungah-Dukun di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
Langkah peninjauan lapangan ini ditempuh guna memastikan pengerjaan infrastruktur jalan yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 13,9 miliar tersebut segera dirampungkan.
Berdasarkan data teknis, proyek strategis yang awalnya dijadwalkan mulai beroperasi sejak April hingga 25 Oktober 2026 tersebut mengalami keterlambatan realisasi. Pelaksanaan fisik di lapangan baru bergulir sekitar Mei hingga awal Juni. Bahkan, hingga batas waktu akhir kontrak terlampaui, pengerjaan belum sepenuhnya rampung.
Baca Juga: Wabup dr. Alif Terima ATM Award 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Pengendalian Penyakit Menular
Sebelumnya, Komisi III DPRD Gresik telah memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), tim konsultan pengawas, beserta pihak kontraktor pelaksana dalam forum rapat dengar pendapat (hearing) di ruang Komisi III.
Dari rapat tersebut, dewan merekomendasikan pemberian addendum atau tambahan waktu penyelesaian selama 50 hari. Namun, apabila pengerjaan tetap mangkrak dan melampaui batas toleransi yang disepakati, kontraktor terancam dijatuhi sanksi denda keterlambatan sebesar satu permil (1℅) dari total nilai kontrak setiap harinya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menerangkan bahwa sidak dilaksanakan untuk mengecek secara langsung progres riil di lokasi pasca-kesepakatan rapat evaluasi.
Baca Juga: Kabel Melintang Bahayakan Warga, Komisi III DPRD Gresik Dorong Optimalisasi Perda Jaringan Utilitas
“Alhamdulillah, sejauh hari ini kita melihat proses penyelesaian pekerjaan di ruas Jalan Bungah-Dukun sudah ada pergerakan positif sesuai progres yang disepakati saat rapat komisi. Harapan kami, target penyelesaian yang diberikan pada akhir November ini benar-benar bisa tuntas,” ujar Hamdi, Rabu (4/11/2026).
Meski begitu, Hamdi mengingatkan pihak kontraktor agar tidak mengendurkan ritme kerja. Mengingat, pasokan sejumlah bahan material vital harus segera didatangkan ke lokasi, terutama saluran drainase beton U-Ditch, aspal, dan material pengecoran bahu jalan.
“Kebutuhan material ini masih perlu didorong lagi pengirimannya dari penyedia, terutama U-Ditch, aspal, serta cor beton untuk bahu jalan,” tegasnya.
Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek, Dani, membeberkan bahwa akumulasi progres pengerjaan di lapangan hingga saat ini baru menyentuh angka sekitar 50 persen. Pemasangan U-Ditch memang sudah mulai berjalan, tetapi masih tersendat ketersediaan pasokan material dari penyedia.



