Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riuhnya Lebaran Ketupat di Desa Yosowilangun Gresik, Berburu Snack hingga Tukar Kuliner Ketupat

H
Penulis: Hany Akasah❯
Lincah : Para warga Yosowilangun berkeliling memenuhi halaman rumah untuk berburu snack. (Dok/Radar Gresik)
Lincah : Para warga Yosowilangun berkeliling memenuhi halaman rumah untuk berburu snack. (Dok/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Suasana pagi di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, tampak berbeda dari biasanya. Usai azan subuh berkumandang, puluhan warga mulai memadati jalanan kampung. 

Mulai dari anak-anak yang antusias, remaja, hingga ibu-ibu tampak sumringah menggendong tas, siap berburu snack dan uang dari rumah ke rumah pada Sabtu (28/5) pagi.

Kemeriahan ini merupakan bagian dari Tradisi Sorak Iyo, sebuah kearifan lokal yang rutin digelar warga Yosowilangun saat merayakan Lebaran Ketupat, beberapa hari setelah Idul Fitri.

Tradisi ini menjadi ajang berbagi antarwarga. Setiap rumah yang berpartisipasi telah menyiapkan berbagai kudapan, jajanan, hingga amplop berisi uang untuk dibagikan kepada warga yang berkeliling.

Riuh rendah tawa anak-anak saat mendapatkan snack favorit mereka menjadi pemandangan khas dalam momen ini.

Advertisement

Meski tren pemberian saat ini banyak beralih ke snack kemasan yang lebih praktis, warga Yosowilangun tidak meninggalkan jati diri Lebaran Ketupat. Hidangan tradisional seperti ketupat dan lepet tetap menjadi menu wajib yang dibuat di dapur-dapur warga.

Sisi religius tradisi ini pun tetap terjaga. Sementara anak-anak dan ibu-ibu berkeliling kampung, para bapak membawa bakul berisi ketupat dan lepet menuju Masjid Zahidin. Di sana, warga berkumpul untuk menggelar doa bersama sebagai wujud syukur.

Usai doa, momen yang dinanti tiba: tukar ketupat. Para bapak saling bertukar hidangan yang mereka bawa dari rumah. Ketupat-ketupat tersebut disajikan dengan aneka olahan menggugah selera, mulai dari sate, opor ayam, rendang, hingga kare ayam yang kaya rempah.

Salah satu warga Yosowilangun, Ramadhan Haqiqi, menuturkan bahwa acara tahunan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan warisan leluhur.

"Ini merupakan tradisi di Desa Yosowilangun yang sudah digelar turun-temurun. Kami ingin menjaga kebersamaan ini agar tidak hilang ditelan zaman," ujarnya.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Imigrasi Tanjung Perak Kukuhkan Yosowilangun Jadi Desa Binaan Mencegah Kejahatan Keimigrasian

Imigrasi Tanjung Perak Kukuhkan Yosowilangun Jadi Desa Binaan Mencegah Kejahatan Keimigrasian

RADAR GRESIK — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak secara resmi mengukuhkan Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, sebagai Desa Binaan Imigrasi pada Senin (14/9/2026). Pengukuhan dan sosialisasi ya

Semarak HUT ke-81 RI Desa Yosowilangun, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Berhadiah Umrah Gratis

Semarak HUT ke-81 RI Desa Yosowilangun, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Berhadiah Umrah Gratis

RADAR GRESIK – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menyelimuti Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, pada Minggu (30/8/2026). Ribuan warga tampak memadati kawasan desa unt

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersih, Pemkab Gresik Siapkan Yosowilangun Jadi Desa Percontohan Antikorupsi Nasional

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersih, Pemkab Gresik Siapkan Yosowilangun Jadi Desa Percontohan Antikorupsi Nasional

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan berintegritas. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Mon

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer