RADAR GRESIK - Habib ali zaenal abidin assegaf menceritakan kisah batu yang mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
Kisah itu tertuang dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitabnya Sahih Musli. Berikut redaksi lengkap hadisnya :
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ طَهْمَانَ حَدَّثَنِي سِمَاكُ بْنُ حَرْبٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْرِفُ حَجَرًا بِمَكَّةَ كَانَ يُسَلِّمُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُبْعَثَ إِنِّي لَأَعْرِفُهُ الْآنَ
Artinya : "Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Bukair dari Ibrahim bin Thahman Telah menceritakan kepadaku Simak bin Harb dari Jabir bin Samurah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya akulah yang paling mengenal batu di Makkah. Batu-batu itu memberi salam kepadaku sebelum aku diutus menjadi Rasul. Kini aku ingat peristiwa itu."
Dalam hadis tersebut, Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf mengatakan menjadi salah satu mukjizat dari sholawat kepada nabi muhammad saw. Batu tersebut selalu mengucapkan salam dari Nabi Muhammad SAW masih menjadi manusia biasa hingga di angkat sebagai Rasul Allah
"Begitu Nabi Muhammad SAW sudah menjadi rasul, beliau mengatakan dulu di mekkah ini ada batu yang mengucapkan salam kepada saya, Sampai detik ini saya sampai tahu batu yang mengucapkan salam kepada saya." Di tunjuk kepada nabi,batu ini pernah mengucapkan salam kepada saya,
Hadirnya kisah tersebut, kata Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf, mengamalkan sholawat tidak akan pernah sia-sia.
"Menganggungkan sholawat itu pasti diterima. Berbeda dengan amal ibadah lain yang belum tentu diterima, Khusus sholawat kepada Nabi Muhammad SAW tidak mungkin ditolak, pasti diterima Allah SWT," tegas Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.
Namun tak hanya itu, Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf juga mengatakan sholawat menjadi amalan yang paling mudah dilakukan. Bahkan walaupun diucapkan dengan tidak ikhlas tetap akan diterima oleh Allah.
"Sholawat gak butuh niat, bahkan dikatakan oleh ulama bahwa sholawat sangking hebatnya tidak perlu baca niat dan ikhlas, Hadirnya sholawat juga menjadi syafaat untuk umat Nabi Muhammad ketika di akhirat kelak. Bahkan kita ditakdirkan masuk surganya Allah itu bisa jadi karena sholawat kepada Nabi Muhammad SAW" Ucap Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.
Ditambahkannya pula, dalam setiap shalat tertera sholawat yang harus di baca.
"Sebabnya shalat kita tidak akan sah kalau tidak baca sholawat, Kita tahu salat yang wajib itu harus baca sholawat ketika tasyahud awal dan akhir. Kalau gak baca itu maka shalatnya tidak sah, Oleh karena itu, hadirnya sholawat menjadi salah satu penolong ketika amal ibadah ditimbang di akhirat kelak. Jadi insyaAllah dengan adanya sholawat menjadi salah satu penolong kita di surga nanti" Tambah Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.
Kisah itupun akhirnya di temukan di salah satu kitab Tarikh Nabawiyyah sebagai salah satu Irhashat Nabi SAW saat belum diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasul pada usia 40 tahun.
maka Pesanya sederhana dari kisah singkat yang penuh hikmah dan pelajaran adalah Bayangkan,sebongkah batu saja yang senantiasa mengucapkan salam saja begitu di ingat oleh rasulullah saw bagaimana jika umat yang mencintai beliau mengucapkan sholawat dan salam tersebut, sholawat itu nur atau cahaya,orang yang senantiasa memperbanyak membaca sholawat sesungguhnya dia memperbesar kadar cahaya di dalam dirinya.
"Cahaya itu akan menyilaukan aura yang di lihat oleh seluruh makhluk di alam semesta,kecuali jin dan manusia." Pungkas Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf. (Rin/Han)
Editor : Hany Akasah