Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Misteri Putri Cempo, Dari Negeri Campa Demi Islamisasi Majapahit

Hany Akasah • Sabtu, 8 April 2023 | 02:12 WIB
PEDULI ANAK HEBAT: Dalam Rangka memperingati Hari Jadi Kota Gresik yang ke-536 tahun dan Hari Pendengaran sedunia (World Hearing Day), Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik UPT Resource Centre (RC) menyelenggarakan berbagai kegiatan, kemarin.  (istimewa/radar
PEDULI ANAK HEBAT: Dalam Rangka memperingati Hari Jadi Kota Gresik yang ke-536 tahun dan Hari Pendengaran sedunia (World Hearing Day), Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik UPT Resource Centre (RC) menyelenggarakan berbagai kegiatan, kemarin. (istimewa/radar
GRESIK-Hingga saat ini tidak banyak tulisan sejarah yang menceritakan secara lengkap dan detail siapa sebenarnya sosok Putri Cempo. Termasuk yang makamnya berada di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Berdasarkan cerita sejarah turun temurun, Syaifudin Juru Operator Makam Putri Cempo, di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas mengatakan dulu ada banyak orang dari Campa termasuk Putri Cempo yang datang ke Jawa untuk proses Islamisasi Majapahit.

baca juga : Dibangun saat Penyebaran Islam, Masjid Jami’ Kini Jadi Jujukan Wisata

Mereka datang dan kemudian menetap di wilayah Ampel Denta. Di Ampel Denta inilah Putri Cempo kenal dengan Sunan Giri yang sama-sama menjadi murid Sunan Ampel.

"Singkat cerita, Sunan Giri kemudian pulang untuk mendirikan Kerajaan Giri Kedaton. Karena ingin belajar dari Sunan Giri, Putri Cempo akhirnya datang ke Gresik untuk berguru," ungkapnya.



Kemudian, untuk memperdalam ilmu kewalian Putri Cempo diminta tirakat di tempat yang sepi. Dan akhirnya Gunung Petukangan yang kini menjadi makamnya inilah yang dipilih.

"Selama disini Putri Cempo dijaga oleh paman Sunan Giri Syekh Sayid Abdurahman Rahman yang makamnya ada di depan," terangnya.

Ia menambahkan, minimnya sejarah Putri Cempo memang sesuatu yang wajar. Sebab, kedatangan beliau kesini memang dalam misi penyamaran untuk melakukan Islamisasi di wilayah Kerajaan Majapahit.

baja juga :

Punya Banyak Karomah, Habib Abu Bakar Assegaf Pemimpin Wali se-Dunia

"Beliau sebenarnya punya nama asli. Nama aslinya yakni Dewi Narawati," ujarnya.

Namun, lanjutnya, beliau lebih dikenal dan memang senang dipanggil dengan nama Putri Cempo. Sebab, ini merupakan salah satu cara untuk menyembunyikan identitas aslinya. "Namanya juga misi penyamaran. Pasti ada perlawanan. Jadi beliau lebih senang dipanggil dengan Putri Campa atau Putri Cempo," ungkapnya.

Menurut dia, penggunaan nama Putri Cempo bukan tanpa alasan. Namun, karena memang beliau merupakan putri dari Kerajaan Campa.  (rof/han) Editor : Hany Akasah
#Islamisasi Nusantara #kerajaan majapahit #Islam Nusantara #Sejarah Gresik #Jejak Perkembangan Islam #putri cempo