Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

BP BUMN Tinjau Pelindo Gresik, Pastikan Keandalan Simpul Logistik Nasional

Cak Fir • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:42 WIB
Wakil BP BUMN, Aminudin Ma
Wakil BP BUMN, Aminudin Ma'ruf didampingi sejumlah Direksi Pelindo meninjau aktivitas Pelabuhan Gresik.

Kota – Penguatan sektor logistik nasional tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada keandalan operasional pelabuhan sebagai simpul utama rantai pasok. Atas dasar hal itu, Wakil Kepala I Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Aminuddin Ma'ruf melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Gresik yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan transformasi operasional yang dijalankan Pelindo berjalan selaras dengan agenda penguatan daya saing logistik nasional. Di tengah meningkatnya aktivitas industri di Jawa Timur, kecepatan, efisiensi, dan konsistensi layanan pelabuhan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam kunjungan tersebut, Aminuddin didampingi Direktur Operasi Pelindo Prasetyadi, Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Multi Terminal Wahyu Pradityo, serta Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3 Purwanto Wahyu Widodo. Mereka melakukan pembahasan mengenai pengelolaan terminal nonpeti kemas, kesiapan fasilitas, produktivitas pelayanan, hingga strategi menjaga keberlanjutan operasional di tengah meningkatnya permintaan jasa kepelabuhanan.

Rombongan kemudian meninjau langsung berbagai fasilitas operasional Pelabuhan Gresik, mulai area dermaga, peralatan bongkar muat, ruang kontrol dan monitoring, hingga aktivitas terminal nonpeti kemas. Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan pelabuhan dalam menjaga aspek keselamatan, efisiensi operasional, dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Direktur Operasi Pelindo, Prasetyadi, menjelaskan bahwa Pelindo terus memperkuat transformasi operasional agar mampu menjawab kebutuhan pengguna jasa yang semakin dinamis. Sebagai operator pelabuhan nasional, Pelindo dituntut tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga memastikan seluruh proses operasional berjalan lebih efisien, terstandar, dan berbasis teknologi.

"Pelindo melakukan berbagai upaya penguatan operasional pelabuhan melalui standarisasi proses bisnis, digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi infrastruktur dan peralatan pelabuhan, hingga penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Seluruh upaya ini dilakukan untuk memastikan layanan pelabuhan semakin andal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Menurut Prasetyadi, transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kualitas layanan sekaligus mendukung agenda strategis BP BUMN dan Danantara Indonesia untuk menciptakan sistem logistik nasional yang lebih kompetitif.

Menanggapi hal ini,,Wakil Kepala I BP BUMN Aminuddin Ma'ruf menegaskann sektor kepelabuhanan memiliki posisi strategis dalam menopang aktivitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, BUMN dituntut terus meningkatkan kualitas operasional agar manfaat transformasi benar-benar dirasakan dunia usaha maupun masyarakat.

"BUMN memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional, termasuk melalui sektor kepelabuhanan dan logistik. Karena itu, penting untuk terus memastikan operasional berjalan efektif, layanan semakin konsisten, serta transformasi yang dilakukan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha," katanya.

Sementara itu, di hadapan rombongan manajemen PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik memaparkan capaian kinerja Semester I 2026 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Juni 2026, total arus bongkar muat mencapai 2.283.744 ton/m³, meningkat 107 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik sekaligus kepercayaan dunia usaha terhadap layanan Pelabuhan Gresik.

Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan volume hampir seluruh komoditas utama. Arus curah cair naik dari 387 ribu ton/m³ menjadi 434 ribu ton/m³, didominasi komoditas aspal, propylene, crude palm oil (CPO), dan condensate.

Sementara itu, arus curah kering melonjak dari 403 ribu ton/m³ menjadi 599 ribu ton/m³, terutama berasal dari komoditas bungkil, batu split, dan pasir. Pada segmen general cargo, volume bongkar muat juga meningkat dari 1,136 juta ton/m³ menjadi 1,255 juta ton/m³, dengan komoditas utama berupa kayu log, pupuk, semen, besi, serta tiang pancang yang menopang aktivitas industri dan pembangunan infrastruktur.

Dari sisi operasional, Pelabuhan Gresik mencatat Berthing Time (BT) sebesar 75,64 jam, Berth Occupancy Ratio (BOR) mencapai 85,50 persen, serta utilisasi lapangan sebesar 48,53 persen.

"Tingginya tingkat pemanfaatan dermaga menunjukkan semakin tingginya aktivitas pelayanan kapal dan bongkar muat di pelabuhan tersebut," kata Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo,

Dijelaskan, selama Semester I 2026, Pelabuhan Gresik melayani sekitar 600 permohonan pelayanan bongkar muat. Meningkatnya jumlah kapal sempat memicu antrean pelayanan pada periode tertentu. Namun, kondisi tersebut tetap dapat dikelola melalui optimalisasi jadwal sandar, penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta pemanfaatan fasilitas dan sumber daya secara maksimal sehingga kelancaran arus logistik tetap terjaga.

Kepercayaan pelanggan juga terus meningkat. Hingga Semester I 2026, Pelabuhan Gresik melayani 32 perusahaan sebagai pelanggan aktif, termasuk tiga pelanggan baru. Di saat yang sama, hasil survei kepuasan pelanggan menunjukkan penilaian positif terhadap kualitas layanan bongkar muat yang diberikan.

Selain mengejar produktivitas, Pelindo tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Sepanjang Semester I 2026, operasional Pelabuhan Gresik berhasil mencatatkan Zero Accident dan Zero Lost Time Injury (LTI). Capaian tersebut didukung pelaksanaan 666 kali safety briefing, simulasi tanggap darurat, penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, serta implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

"Capaian kinerja Semester I Tahun 2026 merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh insan Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, serta dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan oleh para pelanggan, mitra kerja, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Sutopo.

Menurutnya, meningkatnya arus barang menjadi indikator semakin kuatnya posisi Pelabuhan Gresik sebagai gerbang logistik yang menopang kawasan industri di Jawa Timur. (fir)

Editor : Cak Fir
bp bumn danantara pelabuhan gresik pelindo