Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Sinergi TTL dan KSOP Utama Tanjung Perak Hadirkan EAZI: Transformasi Digital untuk Pangkas Waktu Sandar Kapal

Hany Akasah • Jumat, 17 April 2026 | 16:59 WIB
PT Terminal Teluk Lamong bersama KSOP Utama Tanjung Perak resmi menghadirkan layanan EAZI (Express Anchorage Zone Service). (Ist/Radar Gresik)
PT Terminal Teluk Lamong bersama KSOP Utama Tanjung Perak resmi menghadirkan layanan EAZI (Express Anchorage Zone Service). (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak resmi mensosialisasikan program Express Anchorage Zone Service (EAZI).

Langkah strategis ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan Zona Labuh guna merespons tingginya dinamika lalu lintas kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak.

Inisiatif ini juga mencakup pembaruan Sistem Operasional dan Prosedur (SISPRO) Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal demi meningkatkan standar keselamatan pelayaran serta efisiensi di tiga terminal utama, yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam.

Baca Juga: Perkuat Logistik Nasional, Kinerja PT Terminal Teluk Lamong Tumbuh 4,5 Persen di Awal Tahun

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menekankan bahwa inovasi pelabuhan mustahil terwujud tanpa kolaborasi lintas sektor.

"Saya menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan di Tanjung Perak yang memastikan setiap tahapan program EAZI berjalan lancar sehingga menghasilkan efisiensi nyata bagi pelayanan kapal," ungkapnya. 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, optimis bahwa EAZI akan menjadi motor penggerak pertumbuhan volume petikemas di Jawa Timur.

"Dengan ini operasional kapal kini menjadi lebih efisien dan akuntabel melalui inovasi yang terus dikembangkan untuk memperlancar arus barang," tambahnya. 

Baca Juga: Perkuat Transformasi Digital, PT Terminal Teluk Lamong Gembleng 30 Pegawai Lewat Pelatihan CTO

Dalam implementasinya, layanan EAZI menetapkan ketentuan teknis khusus seperti batas maksimal panjang kapal (LOA) 150 meter dan waktu tunggu paling lama enam jam sejak waktu berlabuh.

Proses transisi antara kapal lepas dan kapal yang akan sandar juga dipersingkat menjadi maksimal satu jam, yang secara keseluruhan diprediksi mampu memangkas waktu transisi total dari semula enam jam menjadi hanya dua jam.

Program ini juga menitikberatkan pada transparansi melalui integrasi pelaporan secara real-time antara sistem Inaportnet milik Kementerian Perhubungan dengan platform digital Phinnisi milik Pelindo.

Baca Juga: Arus Petikemas Melonjak 8 Persen, PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Digitalisasi Jelang Lebaran 2026

Integrasi tersebut merupakan bagian dari visi besar TTL dalam mewujudkan ekosistem Smart Port yang mampu meminimalkan waktu tunggu kapal dan menekan biaya logistik nasional secara signifikan.

Dukungan penuh juga datang dari para pengguna jasa, salah satunya PT SPIL yang menilai EAZI sebagai solusi konkret untuk mengurangi waktu proses ship-to-ship dan port stay. Optimalisasi ini diharapkan menjadi katalisator positif bagi kesinambungan tren pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur melalui arus logistik yang lebih efektif.

Dengan layanan yang semakin efisien, PT Terminal Teluk Lamong optimis dapat terus berkontribusi dalam menjaga momentum penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan throughput petikemas dan penguatan rantai pasok. (han) 

Editor : Hany Akasah
#teluk lamong #Terminal #gresik #pelabuhan #ksop