RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tantangan industri logistik yang semakin terdigitalisasi.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan perusahaan adalah menyelenggarakan Pelatihan Container Terminal Operation (CTO) yang diikuti oleh 30 orang pegawai operasional di Terminal Peti Kemas Berlian (TPK Berlian).
Kegiatan yang digelar selama tiga hari sejak 31 Maret hingga 2 April 2026 bertempat di Pelindo Place Surabaya ini, merupakan hasil kerja sama antara PT TTL dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI).
Baca Juga: Dahlan Iskan Berdamai, Tiga Perkara Perdata Nany Widjaja Lawan Jawa Pos Tetap Lanjut
Sebagai lembaga pelatihan dan pengembangan kompetensi di bawah Pelindo Group, PMLI fokus pada sektor maritim dan logistik CTO guna mencetak tenaga kerja yang kompeten di bidangnya.
Pelatihan CTO bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM agar mampu mendukung transformasi digital dan efisiensi waktu layanan. Selain itu, program ini dirancang untuk membangun pola pikir strategis dan adaptif terhadap perubahan teknologi di lingkungan pelabuhan modern yang semakin kompetitif di kancah internasional.
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, dalam arahannya menyatakan bahwa dunia logistik dan pelabuhan kini bergerak cepat menuju otomasi dan efisiensi berbasis data. Oleh karena itu, investasi terbesar TTL harus diarahkan pada peningkatan kapasitas manusia yang menjadi penggerak utama seluruh sistem operasional perusahaan.
Baca Juga: Gresik Jadi Magnet Perantau, Ratusan Warga Ajukan Pindah Domisili Pasca-Lebaran
“Pelatihan CTO dan program pengembangan SDM lainnya menjadi langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan layanan bisnis dan menempatkan SDM yang unggul sebagai aset strategis perusahaan sehingga mampu bersaing secara global,” ujar Syukur memberikan penekanan pada pentingnya kualitas personel.
Selama pelatihan, seluruh peserta CTO dibekali pemahaman mendalam terkait pola operasional dan pemanfaatan teknologi di terminal petikemas. Para peserta juga melakukan port visit ke Terminal Petikemas Teluk Lamong untuk melihat langsung implementasi teknologi di lapangan.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari Shipping Industry & Containerization, Terminal Design & Capacity, Terminal Facilities & Equipments, hingga Terminal Activities.
Baca Juga: Korupsi Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Masuk Meja Hijau, Rugikan Uang Negara Rp 400 Juta
Tak hanya itu, peserta juga mempelajari Business Process & Organization Structure, Terminal Performance, pengenalan Terminal Operating System (TOS), hingga konsep Safety serta Revenue & Cost Management. Muhammad Syukur berharap agar ilmu yang didapat mampu diimplementasikan secara konsisten dalam ritme kerja sehari-hari.
“Semoga pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi budaya belajar berkelanjutan di seluruh lingkungan kerja TTL. Dengan cara itu, perusahaan tidak hanya mencetak pegawai terampil, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang dinamis dan berorientasi masa depan,” ungkap Syukur kembali menjelaskan visinya.
Kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Group untuk menambah wawasan dan kemampuan pegawai operasional.
Baca Juga: Arus Petikemas Melonjak 8 Persen, PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Digitalisasi Jelang Lebaran 2026
Langkah ini diambil guna mendukung program transformasi dan standarisasi operasional di seluruh terminal petikemas SPTP group dengan menerapkan pola operasi berbasis planning and control yang lebih presisi dan efektif. (han)
Editor : Hany Akasah