RADAR GRESIK - Pemerintah mulai mengintensifkan upaya pengendalian pengeluaran negara guna memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap terjaga sesuai batas yang telah ditetapkan.
Di tengah kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis, langkah efisiensi menjadi fokus utama dalam menjaga keseimbangan fiskal.
Salah satu program yang tengah dievaluasi adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang selama ini menjadi program prioritas dengan alokasi anggaran besar.
Dengan total dana mencapai Rp 335 triliun, pemerintah menilai perlu adanya penyesuaian dalam mekanisme pelaksanaan agar penggunaan anggaran menjadi lebih optimal.
Baca Juga: Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati dan Wabup Gresik Gelar Open House Sederhana di Rumah Dinas
Alternatif yang sedang dibahas adalah pengurangan frekuensi pelaksanaan program.
Dari sebelumnya dijalankan enam hari dalam satu pekan, kini muncul usulan untuk menguranginya menjadi lima hari.
Skema ini dipandang sebagai langkah kompromi agar program tetap berjalan, namun dengan tekanan anggaran yang lebih ringan.
Merujuk pada laporan CNN Indonesia, Menteri Purbaya menyampaikan bahwa potensi efisiensi dari program MBG cukup signifikan.
Baca Juga: Wacana WFH ASN untuk Hemat BBM, Dispendik Gresik: Tetap Ikut Pusat, Belajar Tatap Muka Tak Berubah
Berdasarkan perhitungan awal, penghematan diperkirakan mencapai sekitar Rp 40 triliun.
Bahkan, angka tersebut masih bisa bertambah seiring proses evaluasi lanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa efisiensi tersebut bukan merupakan keputusan sepihak pemerintah, melainkan hasil kajian dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Lembaga tersebut menilai masih terdapat ruang untuk melakukan penghematan tanpa mengurangi tujuan utama program dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat.
Selain MBG, pemerintah turut meminta seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk melakukan langkah efisiensi di sektor masing-masing.
Setiap instansi didorong untuk meninjau kembali anggaran yang dimiliki dan mengusulkan strategi penghematan yang tidak mengganggu kinerja maupun pelayanan publik.
Baca Juga: Sembunyi di Celah Tembok Rumah Warga, Ular Piton Berhasil Dievakuasi Tim Damkarla Gresik
Tak hanya dari sisi pengeluaran, pemerintah juga menyiapkan strategi lain untuk menjaga kesehatan fiskal.
Upaya tersebut meliputi peningkatan penerimaan negara, baik dari pajak maupun sumber lainnya, serta pengendalian konsumsi energi yang dinilai masih cukup tinggi.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, pemerintah mulai menerapkan skema work from anywhere (WFA).
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan mobilitas sekaligus mengurangi beban operasional, sehingga berkontribusi pada efisiensi anggaran secara keseluruhan.
Baca Juga: Arus Balik Bawean-Gresik Membeludak, 1.628 Penumpang Seberangi Laut Jawa dalam Dua Hari
Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas keuangan negara di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Meski dilakukan penyesuaian, program MBG tetap diupayakan berjalan dengan optimal agar manfaatnya bagi masyarakat tetap terjaga. (iza/han)
Editor : Hany Akasah