Arus Balik Bawean-Gresik Membeludak, 1.628 Penumpang Seberangi Laut Jawa dalam Dua Hari

RADAR GRESIK - Gelombang arus balik pemudik dari Pulau Bawean menuju daratan Gresik mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Terhitung sejak Selasa (24/3) hingga Rabu (25/3), tercatat sebanyak 1.628 penumpang telah bertolak meninggalkan Pulau Putri untuk kembali ke perantauan maupun tempat studi.
Lonjakan ini diantisipasi dengan pengoperasian tiga armada sekaligus, yakni kapal motor penyeberangan (KMP) Gili Iyang serta dua kapal cepat, Express Bahari 6F dan Express Bahari 3F.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada Selasa (24/3), dua kapal cepat mengangkut 638 penumpang, disusul KMP Gili Iyang pada malam harinya dengan 392 penumpang.
Baca Juga: Geger Penemuan Jasad Bayi dalam Kantong Plastik di Driyorejo Gresik, Polisi Buru Pelaku Pembuangan
Sementara pada Rabu (25/3), total 598 penumpang kembali menyeberang, di mana 208 di antaranya merupakan peserta program mudik gratis Pemkab Gresik.
Kepala Cabang Express Bahari Bawean, Herman, membenarkan adanya kenaikan volume penumpang yang cukup tajam dibanding hari biasa.
“Iya, ada lonjakan penumpang karena arus balik dan juga adanya program mudik gratis. Untuk mengantisipasi ini, kami mengoperasikan dua armada (6F dan 3F) sekaligus mulai tanggal 24 hingga 31 Maret mendatang,” ujar Herman, Rabu (25/3).
Herman memastikan meski terjadi kepadatan, jumlah penumpang yang naik tetap disesuaikan dengan manifes dan kapasitas kapal. Express Bahari 6F memiliki kapasitas 250 kursi, sementara Express Bahari 3F mampu menampung 400 penumpang.
Ia juga memberikan imbauan tegas kepada para calon penumpang terkait administrasi keberangkatan.
"Kami minta penumpang memastikan nama di tiket sesuai dengan identitas asli (KTP/KK) dan datang tepat waktu saat boarding agar tidak menghambat jadwal keberangkatan," tegasnya.
Di sisi lain, KMP Gili Iyang tetap menjadi primadona bagi warga yang membawa kendaraan roda dua maupun pemudik yang mencari tarif lebih ekonomis.



