Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringati Hari Posyandu Nasional, Pemdes Pranti Gresik Terapkan Transformasi Layanan Berbasis 6 SPM

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
Meninjau: Kepala Desa Pranti, Hardi saat meninjau pemeriksaan kesehatan kepada warga di Balai Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Gresik. (Ist/Radar Gresik)
Meninjau: Kepala Desa Pranti, Hardi saat meninjau pemeriksaan kesehatan kepada warga di Balai Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Gresik. (Ist/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK — Ratusan warga Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, memadati balai desa setempat pada Rabu (20/5/2026).

Kehadiran mereka untuk mengikuti pelayanan kesehatan terpadu dalam rangka memperingati Hari Posyandu Nasional yang digelar oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pranti.

Ajang ini bukan sekadar seremonial. Momentum Hari Posyandu Nasional tahun ini dimanfaatkan Pemdes Pranti untuk meluncurkan transformasi pelayanan Posyandu yang berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) demi mendongkrak kualitas kesehatan masyarakat desa secara menyeluruh.

Untuk memastikan kenyamanan ratusan warga yang hadir—terdiri dari ibu hamil, balita, hingga lanjut usia (lansia)—Pemdes Pranti menerapkan sistem manajemen alur yang rapi.

Kepala Desa Pranti, Hardi, menjelaskan bahwa pihaknya mengatur kedatangan para peserta menggunakan nomor antrean agar tidak memicu penumpukan massa.

Advertisement

"Kami menyediakan lima meja pelayanan yang masing-masing diisi oleh lima kader dengan asistensi dari bidan desa. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal, cepat, dan nyaman," ujar Hardi saat meninjau langsung jalannya kegiatan.

Menurut Hardi, Posyandu memegang peran vital sebagai garda terdepan sistem kesehatan di tingkat desa. Melalui deteksi dini rutin, potensi gangguan kesehatan pada warga dapat diantisipasi secara cepat dan tepat.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pranti, Ny. Iswati Hardi, memaparkan bahwa saat ini ada sekitar 150 lansia dan 150 balita yang tercatat aktif sebagai sasaran layanan. Guna mengover jumlah tersebut, sebanyak 25 kader posyandu diterjunkan dan disebar ke lima pos pelayanan terintegrasi.

Adapun rincian paket layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan berkala mulai dari pengecekan tekanan darah (tensi), kadar kolesterol, hingga asam urat dan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian imunisasi, distribusi vitamin, serta konsultasi gizi untuk memantau tumbuh kembang anak.

"Penerapan transformasi Posyandu 6 SPM ini menjadi langkah strategis kami untuk mendekatkan akses kesehatan secara inklusif. Kami ingin mendampingi kesehatan warga secara berkelanjutan dari fase balita hingga lansia," jelas Iswati.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Jadi Proyek Percontohan, Posyandu Sidomoro Gresik Transformasi Terapkan 6 Standar Pelayanan Minimal

Jadi Proyek Percontohan, Posyandu Sidomoro Gresik Transformasi Terapkan 6 Standar Pelayanan Minimal

"Harapan kami, dengan adanya Posyandu enam bidang SPM ini bisa membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di wilayah desa dan kelurahan. Karena desa dan kelurahan merupakan pondasi awal dalam memberikan pelaya

Transformasi Posyandu Slempit, Dinkes Gresik Hadirkan Enam Standar Pelayanan Minimal

Transformasi Posyandu Slempit, Dinkes Gresik Hadirkan Enam Standar Pelayanan Minimal

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik terus mematangkan langkah transformasi pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput. Salah satu fokus penataan tersebut menyasar Posyandu Slempit, Kecamatan Kedamean, yang kini res

Respon Cepat Laporan Darurat Lewat Call Center, Dinkes Gresik Tangani 108 Kejadian Selama Oktober

Respon Cepat Laporan Darurat Lewat Call Center, Dinkes Gresik Tangani 108 Kejadian Selama Oktober

RADAR GRESIK – Layanan penanganan kegawatdaruratan medis di Kabupaten Gresik terus menunjukkan efektivitasnya. Sepanjang periode Oktober 2026, Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer