RADAR GRESIK – Kelurahan Trate, Kecamatan Gresik, terus berinovasi dalam menggerakkan roda ekonomi warganya. Setelah sukses dengan Trate Takjil Market, kini Pemerintah Kelurahan Trate bersama Pokdarwis Sangguru tengah menyiapkan pembangunan outlet "Trate Rasa".
Proyek strategis ini dirancang sebagai pusat workshop sekaligus etalase terpadu bagi produk-unggulan UMKM lokal.
Lurah Trate, Ruli Budiman, menjelaskan bahwa kehadiran outlet ini merupakan jawaban atas kebutuhan ruang promosi dan transaksi bagi pelaku UMKM mikro di wilayahnya.
Outlet tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 186 meter persegi milik Pemkab Gresik yang berlokasi tepat di belakang Kantor Kelurahan Trate, Jalan Abdul Karim.
Pembangunan "Trate Rasa" ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia industri. Hal ini dikarenakan seluruh pendanaan proyek bersumber 100 persen dari bantuan CSR PT Petrokimia Gresik.
“Ini bentuk kolaborasi nyata antara masyarakat, pemerintah, dan dunia industri. Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Petrokimia Gresik yang peduli terhadap penguatan ekonomi masyarakat,” ungkap Lurah Ruli pada Selasa (3/2).
Baca Juga: Unik dan Berkah, Polsek Cerme Bagikan Takjil Lele Segar dan Sayur Hasil Budidaya Sendiri
Ke depan, kawasan ini tidak hanya akan diisi oleh outlet kuliner. Koperasi Merah Putih direncanakan membangun gedung usaha di area yang sama, sementara Karang Taruna setempat akan mengelola unit usaha produktif melalui program "Jajanan Trate" yang rutin digelar setiap pekan.
Ketua Pokdarwis Sangguru Trate, Muhammad Abdullah Ubaid atau yang akrab disapa Mamad, menambahkan bahwa pada tahap awal, Trate Rasa akan fokus memasarkan aneka produk kuliner seperti jajanan pasar, tumpeng, hingga paket hantaran. Keanggotaannya pun eksklusif bagi warga yang berdomisili di Trate dengan syarat memiliki NIB dan sertifikasi halal.
“Sejak berdiri Oktober 2025, alhamdulillah sudah menerima pesanan dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Ke depan tidak menutup kemungkinan kami membuka peluang untuk produk crafting dan jasa ekonomi kreatif,” jelas Mamad.
Selain fokus pada ekonomi, Pokdarwis Sangguru juga menunjukkan kepedulian lingkungan melalui pengelolaan Bank Jelantah.
Sejak akhir tahun lalu, program ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 100 liter minyak jelantah setiap bulannya dari para penjual gorengan dan rumah tangga, guna mencegah pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga. (jar/han)
Editor : Hany Akasah