Kebomas – Ketika banyak lini layanan publik melambat di masa libur panjang, Bea Cukai Gresik justru memperlihatkan dedikasi luar biasa. Kesiapan dan kesigapan itulah yang menuai apresiasi dari Komisi XI DPR RI, terutama dalam menjaga stabilitas sektor industri di tengah tensi perdagangan global.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Brandes, saat mendampingi kunjungan kerja Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majidannor (Jiddan) ke Gresik, Senin (15/4).
"Selama ini, pelayanan Bea Cukai Gresik sangat prima. Bahkan saat terjadi perang tarif antara Cina dan Amerika, mereka tetap sigap,” ungkap Ridwan.
Ia mencontohkan situasi ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan kenaikan tarif ekspor, tepat pada masa libur Idulfitri. Namun berkat ketangguhan tim hanggar Bea Cukai Gresik, proses ekspor tetap berjalan tanpa kendala.
“Andai saja Bea Cukai Gresik ikut libur waktu itu, ekspor produk kami ke Amerika pasti kena tarif baru 34 persen. Kapal kami pun berisiko terkena demurrage hingga 10.000 dolar AS per hari,” terangnya.
Respon cepat tersebut, menurut Ridwan, tak hanya menyelamatkan potensi kerugian besar, tapi juga menjadi bukti bahwa negara hadir di saat-saat paling krusial. Ia menegaskan, kolaborasi semacam inilah yang dibutuhkan dunia usaha dalam menghadapi kompleksitas perdagangan global.
Senada dengan hal itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Thoriq Majidannor menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Bea Cukai Gresik adalah wujud nyata komitmen negara dalam menjaga keberlangsungan ekonomi nasional.
“Kami dari DPR RI akan terus mendorong penguatan fungsi pengawasan dan pelayanan Bea Cukai, khususnya di Gresik. Ini bukan sekadar urusan fiskal, tapi menyangkut keberlanjutan industri dan investasi,” tegas legislator muda yang juga putra daerah Gresik tersebut.
Jiddan menyebut bahwa Gresik kini menjadi simpul penting pertumbuhan industri nasional, khususnya di kawasan seperti KEK. Untuk itu, penguatan personel dan sistem layanan publik mutlak dibutuhkan agar tidak hanya menjaga penerimaan negara, tapi juga memberi kenyamanan bagi dunia usaha.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Wilmar yang dinilainya memiliki komitmen kuat dalam menjunjung kepatuhan fiskal dan bersinergi aktif dengan otoritas pemerintah.
“Keberhasilan industri bukan hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kualitas kemitraan dengan pemangku kepentingan. Komitmen dan disiplin PT Wilmar bisa menjadi teladan,” tambah Jiddan.
Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Wahjudi Adrijanto, menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan. Menurutnya, pelayanan yang optimal adalah bentuk konkret kehadiran negara yang profesional dan bersahabat.
“Kami percaya bahwa pelayanan optimal adalah wujud nyata negara hadir. Fokus kami adalah efisiensi, transparansi, dan sinergi dengan semua pihak,” tegas Koko. (Fir)
Editor : Cak Fir