Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Jawab Keluhan Pelaku UMKM, Cabup Gresik dr Asluchul Alif Siapkan Pinjaman Modal Bunga 0 Persen

Fahtia Ainur Rofiq • Rabu, 31 Juli 2024 | 14:46 WIB
Cabup Gresik dr Asluchul Alif saat mengunjungi pelaku UMKM di Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu.
Cabup Gresik dr Asluchul Alif saat mengunjungi pelaku UMKM di Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu.

RADAR GRESIK - Calon Bupati (Cabup) Gresik dr Asluchul Alif terus mensosialisasikan berbagai program yang disiapkan jika nanti terpilih pada Pilkada 2024. Salah satunya, pinjaman modal Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bunga 0 persen.

Hal ini seperti yang disampaikan dr Asluchul Alif saat mengunjungi UMKM Kesultanan Snack Indonesia milik Supriyanto asal Dusun Asemmanis, Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

Cabup Gresik dr Asluchul Alif mengaku mengapresiasi atas inovasi dan kreatifitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha jajanan kekinian. Sehingga dapat mengatasi persoalan pengangguran di Kabupaten Gresik.

Apalagi berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran di Kabupaten Gresik mencapai 6,82 persen pada tahun 2023 atau lebih tinggi 2 persen bila dibandingkan Provinsi Jatim yang hanya 4,88 persen. 

"Usaha kekinian ini layak didukung dan dicontoh UMKM lainnya karena dapat membuka lapangan pekerjaan untuk warga," kata Ketua DPC Partai Gerindra Gresik ini. 

Berkaitan dengan UMKM, pihaknya sudah menyiapkan program khusus bila nanti dirinya terpilih sebagai Bupati Gresik pada Pilkada 27 November 2024 mendatang. 

"Kami akan berikan pinjaman modal bunga 0 persen bagi UMKM. Nanti akan dilakukan melalui Bank Gresik atau koperasi. Pemilihan koperasi dikarenakan prosesnya tidak memerlukan BI checking, sehingga lebih mudah diakses oleh UMKM," tegasnya. 

Setelah diberikan bantuan modal, pihaknya akan membuka kesempatan UMKM menjual produknya. 

"Kami nanti sediakan pasar UMKM," ucap pria asal Desa Sembayat, Kecamatan Manyar tersebut.

Hal ini merupakan jawaban atas keluhan yang disampaikan Pemilik UMKM Kesultanan Snack Indonesia Supriyanto. 

Disampaikan Supriyanto, seringkali UMKM menghadapi kendala dalam perizinan. Terutama dalam mengurus izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Kalau mau masuk ke minimarket salah satu syaratnya harus punya izin BPOM. Sedangkan UMKM paling hanya punya izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan label halal," keluhnya. 

Tak hanya itu, Supriyanto menyebut banyak dari teman-teman UMKM yang terkendala modal untuk pengembangan usaha. 

"Teman-teman saya sering curhat sulitnya mendapat pinjaman modal. Kalau pun ada bunganya tinggi," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, ia bercerita, usaha jajanan kekinian sudah ia jalani sejak 3 tahun lalu. 

"Pada awalnya masih produksi sedikit, namun kini dalam sehari bisa menghasilkan 5 ribu hingga 10 ribu pics," kata Supriyanto. 

Jajanan hasil produksi, lanjut dia, dijual melalui market place dengan harga Rp 2 ribu per pics. "Kami manfaatkan media sosial dan market place untuk berjualan," jelasnya. 

Keberhasilan ini menjadi berkah bagi warga sekitar karena semakin banyak permintaan, semakin banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan. 

"Alhamdulillah sekarang ada 20 warga yang berkerja ditempat kami," pungkasnya. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#Pinjaman modal UMKM #Koperasi #NGAWEN #bank gresik #Kesultanan Snack Indonesia #Pengangguran #cabup gresik #UMKM #dr Asluchul Alif #SIDAYU #Dusun Asemmanis