Kebomas- Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Gresik berhasil meraih nilai rapot hijau dalam implementasi program mandatory Single Submission Quarantine Customs (SSm QC) di Indonesia. Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) selaku pihak yang memberikan peringkat menganggap bahwa sistem yang telah disusun bersama oleh beberapa kementrian dalam rangka mempercepat pelayanan dan meminimalisir korupsi di area pelabuhan itu telah berhasil diterapkan dengan sangat baik disejumlah pelabuhan Gresik.
PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) sebagai salah satu industri pengguna jasa yang ditunjuk oleh Bea Cukai Gresik dalam implementasi SSM QC di Gresik mengaku, penerapan SSM QC di kota wali berhasil membawa dampak positif bagi industri utamanya dalam menekan logistic cost.
Direktur WINA Gresik, Ridwan Brandes mengatakan, sejak diterapkannya sistem SSM QC kini waktu pengurusan persyaratan ekpor impor dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini tentu menambah kepercayaan para customer karena WIlmar bisa mendistribusikan produknya lebih cepat.
"Dampak positif dari implementasi SSM QC ini sangat kami rasakan. Khususnya pada waktu tunggu pengurusan dokumen persyaratan karantina dan bea cukai yang biasanya membutuhkan waktu hingga berhari-hari kini berhasil dipangkas dua kali lipat lebih cepat," kata Direktur WINA Ridwan Brandes.
Diakuinya, pada saat awal diterapkannya SSM QC ini ada beberapa hal yang masih menjadi kendala. Antaralain, masih adanya hambatan sinkronisasi antara sistem yang dimiliki Bea Cukai dan Balai Karantina. Meski demikian, hal ini terus diperbaiki oleh kedua lembaga tersebut dengan dukungan penuh dari Stranas PK.
"Selama sistem ini diimplementasikan, Bea Cukai proaktif dalam memberikan guide kepada kami agar program bisa sukses. Karena memang manfaat dari SSM QC cukup besar bagi perusahaan. Sebagai gambaran saja jika biasanya kami menambah waktu sewa kapal 2 sampai 3 hari khusus untuk menunggu pengurusan dokumen eksim, dengan adanya sistem SSM QC waktu sewa kapal hanya cukup satu hari. Sehingga bisa menghemat biaya sewa yang rata-rata perharinya Rp 30 ribu dollar AS," papar Ridwan.
Dia berharap kedepan sistem SSM QC ini bisa terus diterapkan pada layanan yang lain. Wilmar Gresik, kata Ridwan, akan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, transparan dan bebas korupsi.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Gresik, Balai Karantina dan KSOP Gresik yang telah menyederhanakan prosedur ekspor maupun impor melalui penerapan SSM QC," tandasnya.
Ditempat yang lain, Kepala Bea Cukai Gresik, Wahjudi Ardijanto menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para pengguna jasa yang telah menerapkan SSM QC di Gresik. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan dan mengevaluasi kendala yang muncul selama sistem ini diterapkan.
"SSM QC ini merupakan bagian dari program National Logistics Ecosystem (NLE) sesuai dengan amanat dalam Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Kami akan terus mendengarkan apa yang menjadi keluhan dari para pengguna jasa untuk kita evaluasi dan cari solusinya,” kata Koko.
Sebelumnya diberitakan, lembaga Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) melakukan Deklarasi SSm QC juga ditujukan sebagai aksi pencagahan korupsi di Kabupaten Gresik. Melalui program National Logistics Ecosystem (NLE) pemerintah berkomitmen dalam mewujudkan layanan aktivitas kepelabuhanan yang lebih cepat dan transparan. Diantaranya dengan menerapkan Single Submission Quarantine Customs (SSm QC), SSm pengangkutan, SSm perizinan, Manifes Domestik, Kepelabuhanan (DO & SP2 Online), hingga layanan Single Billing. (fir)
Editor : Cak Fir