Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tekan Inflasi Jelang Hari Raya idul Adha, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Selenggarakan Gerakan Pangan Murah

Hany Akasah • Jumat, 7 Juni 2024 | 17:10 WIB
PANTAU: Sekda Daerah  Achmad Washil Miftahul Rachman bersama stakeholder saat memantau gerakan pangan murah di Manyar, Kamis (6/6).
PANTAU: Sekda Daerah  Achmad Washil Miftahul Rachman bersama stakeholder saat memantau gerakan pangan murah di Manyar, Kamis (6/6).

RADAR GRESIK-Dalam rangka menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik  menggelar Bazar Gerakan Pangan Murah (GPM).

 

Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu cara yang efektif untuk menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga komoditas bahan pokok. 

Masyarakat dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau sehingga terjadi perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan roda perekonomian daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda)  Pemkab Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengungkapkan, Kabupaten Gresik pada  Mei 2024 mengalami deflasi sebesar 0,06 persen dan Year-on-Year di angka 2,86 persen. Harapanya, tidak terjadi lonjakan  angka inflasi dan tidak menjadi perhatian nasional.

"Kita juga akan menghadapi Hari Raya Idul Adha sehingga perlu ada intervensi-intervensi terkait dengan kegiatan yang kita lakukan untuk penanganan inflasi," jelas Sekda Pemkab Gresik.

"Bagaimana koordinasi antar wilayahnya,  sosialiasinya,  penanaman tanaman-tanaman yang sifatnya support supaya inflasi di bahan pangan tidak terjadi kenaikan," tambah Sekda di Manyar, Gresik, Kamis (6/6/2024).

Selain itu, Pemkab Gresik melakukan pemantauan melalui aplikasi SIBAPO serta dengan sinergitas antar OPD terkait. 

Kegiatan bazar GPM ini juga bekerja sama dengan penyediaan beras SPHP dan produsen binaan dalam penyediaan komoditas pokok lainnya (Telur Ayam Ras, Minyak Goreng, Gula Pasir, Bawang, Cabai).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dydik Rudi Prasetya, menanggapi adanya isu kenaikan harga beras di Jawa Timur di saat panen raya.

Hal itu terjadi karena adanya kenaikan struktur biaya produksi seperti adanya pengurangan pupuk subsidi. Sehingga  petani harus memenuhi dengan harga yang tinggi.

"Kita menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Pemkab Gresik," jelasnya. 

"Gerakan pasar murah menghadirkan beras dengan harga Rp  11.300 perkilogram. Ini artinya sangat  dibutuhkan bagi masyarakat. Apakah harga itu masih perlu dipertahankan atau nanti dikembalikan ke harga awal," tuturnya. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #gerakan #jatim #gresik #jawa timur #Pertanian #pemerintah provinsi #pangan #murah #Inflasi