GRESIK- Melambatnya daya beli masyarakat pada pertengahan semester II/2023, nampaknya berbanding terbalik dengan geliat proyek properti di kota wali. Sebab, hingga Oktober 2023 tercatat sedikitnya ada 25 dokumen permohonan izin kawasan proyek perumahan pada di Dinas Penananam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pemkab Gresik.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengatakan, hingga awal Oktober 2023 jumlah izin Blok Plan perumahan yang masuk ke DPMPTSP Gresik mencapai 20 permohonan. Angka ini mengalami kenaikan hingga 30 persen dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 20 permohonan izin.
Baca Juga: Banyak Pengguna Jalan Lawan Arus, Polres Gresik Pasang Beton Barrier di Persimpangan Terminal Bunder
"Hal ini menandakan keyakinan para investor khususnya pelaku usaha perumahan bahwa kedepan Gresik ini akan menjadi kota yang prospektif untuk bisnis mereka," kata Agung.
Diakuinya, dari data yang masuk permohonan izin blok plan perumahan mayoritas berlokasi di kawasan Gresik Utara yakni Kecamatan Manyar, Bungah dan Sidayu.
Menurut Agung, beramai-ramainya pelaku usaha membuat perumahan di kawasan Gresik utara tidak lepas dari keberadaan proyek Smelter di Kawasan KEK JIIPE Manyar yang akan membuka puluhan ribu lapangan kerja.
"Para pengusaha jeli melihat potensi pengembangan kawasan Gresik utara kedepan. Sehingga beberapa tahun kedepan akan banyak kawasan perumahan baru di area ini," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pengusaha Real Estate (REI) Kabupaten Gresik, Widodo Feriyanto mengamini fenomena ini.
Menurutnya, saat ini banyak developer kota wali yang memiliki modal tebal sedang mengebut proyek perumahan dengan harapan tahun depan setelah agenda pemilu mereka bisa cuan.
Baca Juga: DPC Gerindra Gresik Deklarasikan Dukung Gibran Jadi Cawapres Prabowo
"Secara keseluruhan geliat bisnis perumahan di Gresik saat ini sudah bangkit dan mulai naik dibanding beberapa waktu lalu, terutama saat covid. Namun peningkatannya memang belum sebagus seperti yang diharapkan. Saya memprediksi peningkatan akan terjadi setelah Pemilu 2024," kata Widodo.
Di tempat lain, Direktur Marketing Keluarga Sejahtera Grup, Wahyu Ali Azhar tidak sepenuhnya membernarkan hal ini.
Menurut Wahyiu (sapaan akrabnya) menjelang tahun politik seperti saat ini geliat properti masih bisa dirasakan khususnya properti kelas menengah kebawah.
"Permintaan properti di kelas ini terus berjalan, hanya saja akhir-akhir ini layanan dari fasilitas KPR semakin selektif. Mungkin karena pengaruh akhir tahun sehingga bank khawatir jika ada gagal bayar maka akan mempengaruhi kinerja tahunan," kata dia. (fir/han)
Editor : Hany Akasah