Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Komitmen Cegah Kerusakan Lingkungan, Smelting dan Petrokimia Gresik Raih Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur

Muhammad Firmansyah • Rabu, 6 September 2023 | 14:58 WIB
JAGA LINGKUNGAN : Dirut PT Smelting, Irjuniawan P Radjamin (kanan) dan Dirut PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo (empat dari kanan) telah membuktikan komitmen melalui perusahaan
JAGA LINGKUNGAN : Dirut PT Smelting, Irjuniawan P Radjamin (kanan) dan Dirut PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo (empat dari kanan) telah membuktikan komitmen melalui perusahaan

GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mendapat anugerah dari Gubernur Jawa Timur sebagai pembina Program Kampung Iklim (Proklim) terbaik tahun 2023.  Penghargaan ini diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jatim di Kabupaten Malang, Senin (04/09).

Di tempat yang sama, dua perusahaan Gresik PT Petrokimia Gresik dan PT Smelting juga melakukan penandatanganan komitmen untuk mencegah kerusakan lingkungan dan pengendalian pencemaran di Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut jika di daerah yang dia pimpin saat ini terdapat 28 kampung iklim. Keberadaan kampung-kampung iklim ini, tersebar merata baik di wilayah utara, tengah, dan selatan Kabupaten Gresik.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada desa/kelurahan hingga tingkat RT dan RW, yang peduli pada lingkungan. Penghargaan ini, adalah penghargaan untuk mereka semua," kata Bupati.

Direktur PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan di Jawa Timur. Meski demikian, Dwi menyebut jika pengendalian lingkungan dalam hal ini pencemaran dan kerusakan lingkungan perlu kolaborasi banyak pihak.  

“Petrokimia Gresik telah aktif melakukan pengendalian dan pengelolaan lingkungan. Salah satunya dalam pengelolaan lingkungan pada Kali Lamong, yang berada di Desa Sukorejo, Kec. Kebomas, Kab. Gresik yang merupakan anak sungai dari Bengawan Solo. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kali Lamong ini dikemas dalam pengembangan wisata konservasi Mangrove Kali Lamong (Kalam Mangrove),” jelasnya.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting (PTS) Gresik, Irjuniawan P Radjamin mengatakan, selama ini bentuk nyata dukungan itu di antaranya melakukan penanaman mangrove di sepanjang pesisir pantai Pangkah Kulon, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik. Kemudian bersama-sama dengan Taman Safari Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup melaksanakan konservasi satwa dilindungi  seperti Elang Jawa dan Komodo.

Di lingkungan warga, PT Smelting bersama Relawan Eco Enzym Indonesia mengedukasi masyarakat mengolah limbah domestik berupa sisa makanan, sayur dan buah menjadi cairan ecco enzym yang memiliki segudang manfaat.

Upaya ini sejalan dengan  ajakan, Gubernur Khofifah dalam pemanfaatan limbah rumah tangga menggunakan metode 3R ini selain untuk mengurangi sampah plastik, juga dapat membuka sumber pendapatan baru. Yang mana, masyarakat akan bisa menciptakan barang yang dapat dijual dan dimanfaatkan kembali.

Sementara itu, dalam sambutanya, Khofifah juga mengajak masyarakat menerapkan program 3R.ini sejalan dengan tema HLH 2023 “Beat Plastik Pollution”. Tak hanya itu, ia juga menekankan bahwa melakukan 3R itu sangat penting dan genting mengingat plastik merupakan salah satu limbah terbesar dengan angka mencapai 11 juta ton yang dibuang ke laut setiap tahunnya.  (*/fir)

Editor : Hany Akasah
#lingkungan #gresik #petrokimia #smelting #BUPATI #Penghargaan #Gubernur