Direktur Utama Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi mengatakan pihaknya sudah mencapai kesepakatan dengan PT Freeport Indonesia. Dari total kebutuhan air Freeport sebesar 600 liter perdetik, Perumda Giri Tirta akan memasok 150 liter perdetik.
Saat ini pihaknya sedang melakukan studi kelayakan sebelum pipa sepanjang 15 kilometer dipasang. Namun untuk menyuplai kebutuhan air ke smelter ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Yakni mencapai Rp 200 miliar. “Tapi nanti kami akan menggandeng investor untuk mendanai proyek ini,” ujarnya.
Dikatakan, pihaknya akan menawarkan secara terbuka bagi para investor yang ingin bekerjasama. Pada Oktober mendatang, market sounding dibuka untuk menjaring para investor tersebut. “Yang jelas ketika nanti sudah ada investor, pekerjaan akan langsung dimulai,” terangnya.
Menurut dia, untuk memasok air ke Freeport setidaknya memerlukan pipa sepanjang 15 kilometer. Nantinya suplai air akan dipasok dari Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Umbulan melakui Reservoir Giri. “Ini jalur pipanya khusus, tidak dicampur dengan jaringan pipa yang lain,” katanya.
Proyek distribusi air ke smelter ini akan ditarget selesai pertengahan 2024 nanti. Bertepatan dengan operasional smelter pada Mei, suplai air sudah bisa mengalir ke smelter.
Pihaknya menyebut, apabila kerjasama suplai air sudah berjalan, setidaknya akan menciptakan nilai tambah yang besar. Diperkirakan dari suplai air ke PTFI ini mampu menyumbang pendapatan sebesar Rp 5 miliar.
Angka ini, merupakan potensi terendah. Sebab dengan kerjasama selama 20 tahun ini akan menciptakan iklim berkelanjutan. “Ini yang penting, sistem berkelanjutan,” pungkasnya. (rof)
Editor : Hany Akasah