Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji memberikan apresiasi atas capaian kinerja yang telah dihasilkan dalam proyek pembangunan pabrik smelter. Capaian itu salah satunya yakni progres pembangunan proyek yang kini sudah menyentuh angka 54,5 persen. Angka ini diatas target yang diberikan pemerintah yakni 52,9 persen.
“Setelah melihat proyek smelter tadi, kita diyakinkan bahwa pengerjaan smelter akan selesai tepat waktu, meski sempat ada penundaaan karena pandemi COVID-19,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji, kemarin.
Baca Juga : Manyar Riverside, Hunian Milenial Rp 200 Jutaan Dekat Freeport
Dia menuturkan, ke depan keberadaan smelter tidak hanya memberikan multiplayer effect kepada masyarakat lokal, melainkan juga akan menarik investor baru sehingga akan membuat pendapatan pemerintah dari sektor pajak daerah bertambah. Selain itu, pihaknya juga memuji komitmen PTFI dalam memberdayakan potensi lokal baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun UMKM.
"Keberadaan Smelter di Gresik juga akan memperkuat ekosistem baterai yang kini tengah diprioritaskan oleh pemerintah. Sebab baterai ini memanfaatkan katoda tembaga yang besar sehingga kami optimis akan mendukung kemajuan Gresik dan Jawa Timur semakin kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menuturkan sesuai rencana PTFI akan menyelesaikan konstruksi smelter tembaga dengan desain single-line terbesar di dunia ini pada akhir Desember 2023 dan memulai kegiatan operasionalnya pada akhir Mei 2024 hingga mencapai operasi penuh pada akhir Desember 2024.
“Kemajuan pembangunan smelter Manyar tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan kami, termasuk DPR RI sebagai mitra strategis yang selalu memberi masukan dan pengawasan terhadap kemajuan pembangunan smelter Manyar. Masyarakat dan para pelaku usaha lokal senantiasa menjadi pemangku kepentingan yang kami rangkul untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional pembangunan smelter sehingga dapat memberi manfaat optimal bagi Jawa Timur,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.
Baca Juga : Perumda Giri Tirta Teken MoU Penjualan Air Bersih dengan Freeport
Selain itu, Tony juga menegaskan jika dalam pembangunan smelter Manyar, PTFI memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal Jawa Timur, khususnya masyarakat Gresik.
"Kami memprioritaskan pemanfaatan potensi daerah untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional pembangunan smelter, termasuk konsumsi, transportasi, dan seragam karyawan, hingga office supply. Lebih lanjut, PTFI telah menanamkan investasi hingga 1,78 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp 27 triliun dari total tiga miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 45 triliun," pungkasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah