Salah satu upaya peningkatan produktivitas itu melalui program Demplot Idaman (Indahnya Kebersamaan). Program yang digagas oleh Kodim 0817, Pemerintah Kabupaten Gresik, PT Petrokimia Gresik itu menyasar lahan-lahan mangkrak di Gresik untuk ditanami padi.
Baca juga : Hadapi Krisis Pangan, Petrokimia Gresik Gandeng Seluruh Stakeholder
Panglima Kodam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto mengatakan, di Kabupaten Gresik ada banyak lahan milik pemerintah atau masyarakat yang tidak produktif alias tidur. "Pada tahap awal ini dimulai dari markas kita dulu di Batalyon Infanteri Mekanis 516. Dari total 205 hektar kami alokasikan 15 hektar untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian," ujar Nurchahyanto.
Dijelaskan, kegiatan ini bertahap, dan diproyeksikan akan tumbuh maksimal karena mendapatkan pendampingan dari Pemkab dan Petrokimia Gresik. Untuk tahap pertama dilakukan penanaman padi di lahan seluas 1 Ha. Berikutnya dilakukan untuk penanaman tanaman pangan lain, sesuai siklus seperti jagung, kedelai, atau lainnya.
Lebih lanjut ia menerangkan jika program yang sama juga telah dilaksanakan di daerah lain di Jawa Timur. Kondam V/Brawijaya telah merealisasikan pemanfaatan lahan tidur baik milik TNI maupun masyarakat di lahan seluas 300 Ha, dengan jenis tanaman padi, kedelai, jagung dan ketela. Kegiatan ini merupakan salah satu dukungan TNI untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Gresik, Eko Anindito Putro yang turut hadir dalam tanam perdana menyampaikan jika program ini mewujudkan sinergitas dalam mewujudkan ketahanan pangan di Gresik.
Baca juga : Petrokimia Gelontorkan 1.000 Paket Sembako ke Korban Erupsi Semeru
“Pangan mutlak harus disediakan oleh negara. Karena Gresik banyak industri, sehingga alih fungsi di Gresik sangat berpengaruh pada ketersediaan lahan. Tapi Pemkab telah menentukan wilayah pertanian yang dilindungi,” tandasnya. “Ketika ada penambahan lahan pasti akan ada peningkatan produktivitas pertanian. Dari 205 Hektare milik TNI, 15 diantaranya untuk mensupport ketahanan pangan. Petrokimia Gresik juga memiliki Program Makmur yang merupakan ekosistem pertanian dengan melibatkan banyak stakhoder dari pendanaan, asuransi hingga offtaker. Sehingga sinergitas ini menjadi pendorong untuk surplus beras di Gresik,” tutupnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah