General Manager Icon Mall Gresik, Alfialdy Baenars mengatakan, uji coba penghapusan parkir gratis bagi pengendara ojol ini dilakukan sejak 1 Maret silam. Dari hasil evaluasi selama satu bulan, ternyata masih ada ojol yang belum mengetahui jika parkir gratis dihapus.
“Sebenarnya sebelum mengambil kebijakan ini kami sudah bertemu dengan manajemen driver online. Mereka sepakat dan bersedia jika pihak mall menghapus kebijakan parkir gratis,” kata Aldy. Selain untuk mengoptimalkan pendapatan parkir dan setoran pajak kepada daerah, penghapusan parkir gratis ini dilakukan setelah manajemen melihat adanya potensi pendapatan yang hilang hingga Rp 400 juta lebih selama satu tahun parkir gratis bagi ojol diterapkan. Angka itu berasal dari perhitungan dilakukan manajemen melalui sistem mesin parkir elektronik. “Setelah evaluasi program (parkir gratis bagi ojol) selama satu tahun, kami sampaikan jumlah pendapatan parkir yang harusnya bisa ditarik hampir setengah miliar. Dari hasil itu kami putuskan kebijakan jika program ini harus dikaji ulang,” jelasnya.
Meski menghapus program parkir gratis namun Icon mall mengeluarkan kebijakan baru yaitu grace periode parkir. Melalui program ini seluruh kendaraan yang masuk tidak akan dikenakan biaya alias gratis selama menit pertama hingga menit ke lima. Sayangnya, kebijakan ini hanya berlaku saat weekday. “Saat weekend program grace periode kami hapus, karena flow kendaraan lebih lambat akibat area parkir yang ramai. Jadi untuk Sabtu-Minggu seluruh kendaraan akan dikenakan tarif normal,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPPKAD Gresik, Siswadi Aprilianto menyampaikan, kebijakan pemberlakuan parkir gratis bagi ojol merupakan kewenangan pengelola mall.
“Kami di daerah hanya menerima pajaknya saja. Tidak masuk dalam hal teknis pengelolaan,” kata Siswadi. (fir/han) Editor : Hany Akasah