RADAR GRESIK- Pemerintah Kabupaten Gresik mempercepat normalisasi Kali Lamong sebagau upaya mengantisipasi bencana banjir tahunan kembali.
Tidak hanya itu, puluhan puluhan titik tanggul rawan jebol di sepanjang bantaran sungai Kali Lamong, Gresik juga kini terus dipadatkan agar air tidak meluber ke pemukimam masyarakat.
Kepala Bidang SDA DPUTR Gresik, Ubaidillah mengatakan, sejunlah alat berat telah diterjunkan ke lokasi aliran sungai Kali Lamong.
Menurutnya, selain normalisasi, pihaknya juga melakukan pembenahan tanggul rawan jebol. Tanggul yang dibenahi kurang lebih 20 titik di sejumlah kecamatan.
Termasuk tanggul di wilayah Cerme, Kedamean yang sempat jebol pada bulan Oktober tahun lalu, dan menyebabkan banjir.
"Pembenahan kurang lebih 20 titik tanggul rawan jebol di wilayah kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Menganti Kedamean, Cerme dan Wringinanom," kata dia.
Dijelaskan, bencana banjir tahunan yang kerap terjadi di wilayah Gresik selatan itu, akibat luapan sungai Kali Lamong yang tidak mampu menampung debit air tinggi seiring tingginya curah hujan.
Air kiriman dari wilayah Mojokerto dan Lamongan kemudian meluap menggenangi wilayah di Gresik.
Wilayah Gresik memiliki panjang sungai 58 kilometer. Oleh sebab itu, selain normalisasi yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Pemkab Gresik juga melakukan pengerukan, mengangkat sedimen Kali Lamong agar tidak mudah meluap saat musim penghujan tiba.
Baca Juga: Di Balik Jeruji Penjara, Warga Binaan Rutan Gresik Bikin Celana hingga Budidaya Ulat Jerman
"Fokus normalisasi sungai Kali Lamong dan kurang lebih 10 ruas anak Kali Lamong, di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Menganti, Kedamean, Cerme," tandasnya. (fir)
Editor : Hany Akasah