Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Gresik Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi Transaksi QRIS

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
MONITORING : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Lutfi Dhawam saat memimpin rapat monitoring dan evaluasi (monev) efektivitas penerapan QRIS terhadap volume transaksi harian dan pendapatan bersih pelaku UMKM. (Foto : Ist/Radar Gresik)
MONITORING : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Lutfi Dhawam saat memimpin rapat monitoring dan evaluasi (monev) efektivitas penerapan QRIS terhadap volume transaksi harian dan pendapatan bersih pelaku UMKM. (Foto : Ist/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Lutfi Dhawam, mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya untuk terus adaptif terhadap akselerasi teknologi digital.

Salah satu langkah konkret yang ditekankan yakni optimalisasi pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) guna mempermudah akses transaksi sekaligus menjamin keamanan sistem pembayaran.

Hal tersebut ditegaskan Lutfi Dhawam saat memimpin rapat monitoring dan evaluasi (monev) mengenai efektivitas penerapan QRIS terhadap akumulasi volume transaksi harian serta pendapatan bersih para pelaku UMKM di Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.

Menurut Dhawam, pendorongan ke arah digitalisasi sistem pembayaran menjadi variabel vital agar sektor UMKM lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh eksponensial dan mengantongi daya saing tinggi di tengah perubahan preferensi transaksi masyarakat modern.

"Pelaku UMKM harus naik kelas. Pemanfaatan QRIS ini dapat menjadi sarana efektif untuk mempermudah akses konsumen, sekaligus memberikan rasa aman dan kenyamanan dalam bertransaksi," ujar Lutfi Dhawam. 

Advertisement

Lewat pembiasaan transaksi nontunai berbasis QRIS, para pemilik usaha tidak cuma dimudahkan dalam urusan penerimaan pembayaran. Lebih dari itu, sistem ini membantu merapikan alur pencatatan transaksi serta tata kelola keuangan internal secara lebih transparan dan sistematis.

Agenda rapat monev tersebut dimanfaatkan dewan untuk mengukur persentase pemanfaatan fitur QRIS di tingkat pedagang lokal, termasuk mengkalkulasi korelasinya terhadap lonjakan frekuensi transaksi dan pendapatan bersih bulanan.

Tak berhenti di situ, Dhawam menguraikan bahwa jajaran DPRD Gresik turut memetakan sejumlah isu krusial. Antara lain mencakup kendala teknis jaringan, tingkat literasi keuangan digital pedagang, hingga sejauh mana peran Pemkab Gresik dalam memperluas jangkauan digitalisasi usaha rakyat.

“Kami berharap penerapan QRIS ini tidak sekadar menjadi tren pembayaran digital sesaat. Namun, benar-benar menjadi instrumen strategis untuk memperkuat pondasi UMKM lokal agar makin modern, produktif, serta berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (jar/han) 

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

DPRD Gresik Siapkan Pendampingan Pengurusan PBG-SLF Ratusan Pesantren

DPRD Gresik Siapkan Pendampingan Pengurusan PBG-SLF Ratusan Pesantren

RADAR GRESIK – Persoalan perizinan operasional pondok pesantren (ponpes) menjadi perhatian serius jajaran DPRD Kabupaten Gresik. Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M. Syahrul Munir, menggelar silaturahmi dan diskusi intensif b

DPRD Gresik Minta ASN Penerima Satyalancana Karya Satya Semakin Berintegritas

DPRD Gresik Minta ASN Penerima Satyalancana Karya Satya Semakin Berintegritas

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyerahkan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Periode Agustus 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Komisi III DPRD Gresik Sidak Jalan Bungah-Dukun, Progres Pembangunan Baru Capai 50 Persen

Komisi III DPRD Gresik Sidak Jalan Bungah-Dukun, Progres Pembangunan Baru Capai 50 Persen

RADAR GRESIK – Jajaran Komisi III DPRD Kabupaten Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek peningkatan kualitas ruas Jalan Bungah-Dukun di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Langkah peninjauan lapangan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer