DPRD Gresik Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi Transaksi QRIS

RADAR GRESIK – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Lutfi Dhawam, mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya untuk terus adaptif terhadap akselerasi teknologi digital.
Salah satu langkah konkret yang ditekankan yakni optimalisasi pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) guna mempermudah akses transaksi sekaligus menjamin keamanan sistem pembayaran.
Hal tersebut ditegaskan Lutfi Dhawam saat memimpin rapat monitoring dan evaluasi (monev) mengenai efektivitas penerapan QRIS terhadap akumulasi volume transaksi harian serta pendapatan bersih para pelaku UMKM di Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.
Baca Juga: Edukasi Tertib Lalu Lintas Lewat Program KOPLING, Satlantas Polres Gresik Ajak Pengendara Ngopi
Menurut Dhawam, pendorongan ke arah digitalisasi sistem pembayaran menjadi variabel vital agar sektor UMKM lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh eksponensial dan mengantongi daya saing tinggi di tengah perubahan preferensi transaksi masyarakat modern.
"Pelaku UMKM harus naik kelas. Pemanfaatan QRIS ini dapat menjadi sarana efektif untuk mempermudah akses konsumen, sekaligus memberikan rasa aman dan kenyamanan dalam bertransaksi," ujar Lutfi Dhawam.
Lewat pembiasaan transaksi nontunai berbasis QRIS, para pemilik usaha tidak cuma dimudahkan dalam urusan penerimaan pembayaran. Lebih dari itu, sistem ini membantu merapikan alur pencatatan transaksi serta tata kelola keuangan internal secara lebih transparan dan sistematis.
Baca Juga: Perkuat Pendidikan Karakter Religius, Wabup Alif Minta Program SRC UPT SMPN 2 Gresik Jadi Role Model
Agenda rapat monev tersebut dimanfaatkan dewan untuk mengukur persentase pemanfaatan fitur QRIS di tingkat pedagang lokal, termasuk mengkalkulasi korelasinya terhadap lonjakan frekuensi transaksi dan pendapatan bersih bulanan.
Tak berhenti di situ, Dhawam menguraikan bahwa jajaran DPRD Gresik turut memetakan sejumlah isu krusial. Antara lain mencakup kendala teknis jaringan, tingkat literasi keuangan digital pedagang, hingga sejauh mana peran Pemkab Gresik dalam memperluas jangkauan digitalisasi usaha rakyat.
“Kami berharap penerapan QRIS ini tidak sekadar menjadi tren pembayaran digital sesaat. Namun, benar-benar menjadi instrumen strategis untuk memperkuat pondasi UMKM lokal agar makin modern, produktif, serta berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (jar/han)



