Korban itu bernama Imam Asfihani ,19, warga, Dusun Purworejo RT 01 RW 01 Desa Metatu, Kecamatan Benjeng. Meski berusia muda, korban dipercaya sebagai pelatih guru pencak silat. Kendati demikian, polisi belum bisa mengetahui penyebab kematiannya. Dugaan sementara terkena serangan jantung.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/10) lalu. Seperti biasa, korban datang ke tempat latihan di lahan kosong di Desa Punduttrat. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda gejala diderita. Korban sempat melatih muridnya latihan pernafasan. Bagian metode pencak silat. Saat itu, tiba-tiba korban jatuh ke belakang dan mengalami kejang-kejang. Beberapa murid yang ikut latihan kaget dan memberikan pertolongan dengan napas buatan. Tapi sia-sia, bantuan itu tidak menolong Imam. Mereka membawa korban ke puskesmas.
Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman mengatakan, setelah di bawa ke puskesmas, keadaan korban masih buruk. Imam meninggal setelah diperiksa tim kesehatan. Dugaan korban mengalami sakit jantung. "Kami mendapatkan laporan pada hari Minggu kemarin, kemudian langsung kami tindak lanjuti," ujarnya Senin (26/10). Lebih lanjut, AKP Soleh menuturkan jika dalam pemeriksaan tidak ada yang janggal. Korban meninggal murni disebabkan karena sakit. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan dengan membuat surat pernyataan kepada polisi.(yud/han) Editor : Hany Akasah