RADAR GRESIK – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Gresik mengakibatkan Sungai Avour meluap hingga menjebolkan tanggul di wilayah Kecamatan Wringinanom.
Akibatnya, sejumlah rumah warga, jalan poros desa, hingga fasilitas pendidikan di dua kecamatan sempat terendam banjir, Rabu (11/2).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Sukardi, mengungkapkan bahwa jebolnya tanggul terjadi di Dusun Sumberjalin, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom. Tercatat ada dua titik tanggul yang jebol dengan dimensi panjang sekitar 5 meter dan lebar 2 meter.
"Curah hujan yang sangat tinggi membuat saluran drainase dan aliran Sungai Avour tidak mampu menampung debit air. Hujan deras terjadi sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, yang kemudian memicu luapan air ke pemukiman," ujar Sukardi, Kamis (12/2).
BPBD mencatat dampak banjir paling signifikan dirasakan di Kecamatan Wringinanom dan Driyorejo. Di Wringinanom, genangan air merambah desa-desa seperti Desa Sumengko, Wringinanom, Pasinan, Lebaniwaras, dan Sumberame. Ketinggian air di Jalan Poros Desa (JPD) sempat mencapai 15 sentimeter.
Sementara di Kecamatan Driyorejo, titik genangan terpantau di Desa Sumput dan Desa Krikilan (Dusun Legundi). Di lokasi ini, air sempat merendam fasilitas pendidikan yakni SDN 3 Krikilan dan SMP PGRI Driyorejo dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.
"Untuk hari ini, dilaporkan air sudah mulai surut, termasuk di fasilitas umum dan rumah-rumah warga. Namun kami terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan tim TRC di lapangan," tambah Sukardi.
Meski banjir mulai surut, masyarakat diminta tidak lengah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih mengintai wilayah Jawa Timur, khususnya Gresik.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Berdasarkan prakiraan, potensi curah hujan tinggi masih terjadi pada periode 10-12 Februari 2026. Kami terus menyiagakan personel untuk mengantisipasi adanya kiriman air atau luapan susulan,” tegas Driatmiko.
Hingga saat ini, pihak BPBD bersama pemerintah desa dan kecamatan tengah melakukan pendataan kerugian serta merencanakan langkah perbaikan darurat pada tanggul yang jebol agar luapan air tidak terulang kembali jika hujan deras kembali turun. (jar/han)
Editor : Hany Akasah