Bupati Gresik, Fandi Ahkmad Yani mengatakan, berbagai dugaan awal robohnya jembatan sudah dijawab melalui kajian. "Dengan keluarnya hasil asessment dari tim ahli terkait runtuhnya jembatan Kacangan tersebut, maka ada rekomendasi mengenai bagaimana rencana pembangunan jembatan baru sekitar April setelah melalui proses lelang, mengingat jembatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,"kata Gus Yani sapaan Bupati Gresik.
Sementara dari, Sekda Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman mengatakan, bahwa untuk penyebab jembatan Kacangan itu terjadi pada akhir 2021, dengan mengalami keruntuhan penyangga kaki yang patah di posisi tengah jembatan. “Pembangunan jembatan ini dimulai April 2022 dengan anggaran Rp 15 miliar. Proses lelang akan segera masuk ke ULP dalam Februari ini,” kata Washil.
Dikatakan, penurunan pondasi tiang pancang terjadi secara tiba - tiba sedalam ± 4 meter karena daya dukung yang tidak mencukupi. Berangkat dari dugaan pertama tersebut, tim ahli menemukan daya dukung pondasi tersebut masih aman, sehingga disimpulkan dugaan pertama tidak terbukti.
Dugaan terakhir ini, tim ahli akhirnya menemukan titik terang penyebab runtuhnya jembatan. Hal ini dibuktikan dengan kesesuaian antara bukti visual dan analisis yang ada berdasarkan kajian tim ahli. "Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa penyebab utama keruntuhan jembatan Kacangan adalah karena dugaan ketiga yaitu terjadi longsor tebing yang menghantam pondasi jembatan sehingga meruntuhkan pilar jembatan. Sehingga bisa dikatakan bahwa tidak ada kesalahan desain dan ini terjadi murni karena faktor alam,"ungkapnya. (jar/han) Editor : Hany Akasah