Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Satpolairud Polres Gresik Ajak Nelayan Sukorejo Jaga Laut dan Waspadai Bahaya Alur Pelayaran

Yudhi Dwi Anggoro • Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:20 WIB
SAMBANG NELAYAN: Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita saat berdialog dengan nelayan Desa Sukorejo di Balai Rukun Jaya.
SAMBANG NELAYAN: Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita saat berdialog dengan nelayan Desa Sukorejo di Balai Rukun Jaya.

RADAR GRESIK – Komitmen menjaga kelestarian ekosistem laut terus diperkuat jajaran Polres Gresik melalui pendekatan humanis kepada masyarakat pesisir.

Kali ini, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) menggelar forum "Rembuk Bareng" dalam kegiatan Sambang Nelayan di Balai Pertemuan Nelayan Rukun Jaya, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jumat (13/2).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Polairud, AKP I Nyoman Ardita. Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, pihak kepolisian berfokus pada edukasi pencegahan kerusakan laut dan keselamatan kerja para nelayan.

AKP I Nyoman Ardita memberikan imbauan persuasif agar para nelayan senantiasa menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

Ia menegaskan bahwa praktik penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing) hanya akan berdampak buruk dalam jangka panjang bagi penghasilan nelayan sendiri.

“Kami mengajak seluruh saudara nelayan untuk bersama-sama menjaga laut kita. Penggunaan alat tangkap yang dilarang hanya akan merugikan kita semua karena merusak terumbu karang yang menjadi rumah ikan. Menjaga laut adalah menjaga mata pencaharian generasi mendatang,” tegas AKP I Nyoman.

Selain masalah lingkungan, petugas juga memberikan peringatan keras terkait keselamatan navigasi. Nelayan diingatkan untuk tidak memasang jaring atau melaut hingga masuk ke jalur pelayaran kapal-kapal besar.

“Langkah ini sangat penting guna menghindari risiko kecelakaan laut serta menjaga kelancaran lalu lintas kapal niaga yang melintas di perairan Gresik,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi nelayan untuk berkeluh kesah. Beberapa persoalan mencuat, mulai dari dampak musim angin barat yang menghambat aktivitas melaut, hingga keluhan mengenai keberadaan kapal pengguna trawl (pukat harimau) yang kerap beroperasi terlalu menepi sehingga mengganggu wilayah tangkap tradisional nelayan kecil.

Melalui kegiatan “Sambang Nelayan” ini, Satpolairud berharap tercipta situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah perairan Kabupaten Gresik.

“Kehadiran polisi di tengah masyarakat pesisir diharapkan mampu mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat rasa aman bagi para pejuang laut,” pungkas AKP I Nyoman. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#laut #Forum #gresik #nelayan #satpolairud