RADAR GRESIK-Bukan hanya di Tuban, makam Sunan Bonang juga dipercaya berada di Pulau Bawean Kabupaten Gresik.
Sekedar diketahui, hingga kini masyarakat sedang digemparkan dengan kejadian gempa bumi yang sudah nyaris terjadi lebih dari 10 hari Pulau Bawean Gresik.
Selain menyimpan kondisi alam yang indah dan penuh kekayaan tersembunyi, misteri Makam Sunan Bonang juga menjadi pembahasan yang menarik. Pasalnya, masyarakat sekitar Bawean Gresik percaya jika Sunan Bonang dimakamkan di Bawean, bukan di Tuban.
Salah satu sisi paling menarik dari kisah Sunan Bonang sendiri adalah makamnya yang berada di dua tempat, yaitu di Bawean Gresik dan Tuban. Kedua makam ini pun dipercaya sebagai makam asli.
Makam Sunan Bonang di Bawean terletak di Desa Tambak Kabupaten Gresik. Ada dua makam yang dipercaya sebagai makam Sunan Bonang di sana. Keduanya terletak di tepi pantai. Salah satu makam tampak lebih terurus, ada rumah-rumahan yang diberi kelambu khusus di atasnya.
"Alhamdulillah, kondisi makam Sunan Bonang masih utuh. Tidak banyak keretakan," kata Muhamamad, salah satu warga.
Menurutnya, kondisi makam masih tergolong tidak rusak pasca gempa karena bencana memang terpusat di Kecamatan Sangkapura.
Menurutnya, keberadaan dua makam yang dianggap 'sah' ini pun diakibatkan kegemaran Sunan Bonang berdakwah keliling hingga usia lanjut. Sunan Bonang yang sudah tua meninggal dunia pada tahun 1525 di Pulau Bawean saat sedang berdakwah.
Berita meninggalnya pun segera tersebar ke seluruh tanah Jawa. Para muridnya berdatangan dari segala penjuru untuk berduka cita dan memberikan penghormatan terakhir.
Murid-muridnya yang berada di Pulau Bawean sendiri pun berniat memakamkan Sunan Bonang di Pulau Bawean. Tetapi, murid-murid yang berasal dari Madura dan Surabaya menginginkan jenazah Sunan Bonang dimakamkan di dekat ayahnya, yaitu Sunan Ampel di Surabaya.
Perebutan jenazah ini pun berlanjut. Bahkan dalam hal mengkafani jenazah Sunan Bonang mereka pun tak mau kalah. Jenazah yang sudah dibungkus dengan kain kafan milik murid-murid Bawean masih ditambah lagi dengan kain kafan dari murid-murid Surabaya.
Bulat tekad untuk membawa jenazah Sunan Bonang ke Surabaya, pada malam harinya, murid-murid Madura dan Surabaya pun menggunakan ilmu kebatinan untuk membuat ngantuk orang-orang Bawean Gresik.
Dalam keadaan terburu-buru, diangutlah jenazah Sunan Bonang ke dalam kapal dan hendak dibawa ke Surabaya. Dikarenakan tindakan yang tergesa-gesa ini, tanpa disadari orang-orang Madura dan Surabaya, kain kafan jenazah tertinggal satu.
Kapal layar yang bersemangat ini segera bergerak ke arah Surabaya. Sayangnya saat berada di diperairan Tuban, tiba-tiba kapal yang dipergunakan tidak bisa bergerak. Tak memiliki banyak pilihan, akhirnya jenazah Sunan Bonang pun dimakamkan di Tuban. Tepat di sebelah barat Masjid Agung Tuban.
Sementara, kain kafannya yang tertinggal di Bawean ternyata juga berisi jenazah Sunan Bonang. Orang-orang Bawean yang sudah ditinggalkan para murid dari Madura dan Surabaya pun akhirnya bisa dengan tenang memakamkan Sunan Bonang di tanah mereka.
Dengan demikian, kedua makam Sunan Bonang di Tuban dan Bawean pun berisi jenazahnya. Bagi para muridnya dan orang-orang mereka memercayai, ini adalah bentuk karunia yang diberikan Tuhan kepada Sunan Bonang di mana jenazahnya digandakan di tengah perebutan para muridnya. Dengan demikian, tak ada permusuhan di antara murid-muridnya.
Karena itu sampai sekarang, makam Sunan Bonang ada di dua tempat. Satu di Pulau Bawean dan satunya lagi di sebelah barat Masjid Agung Tuban, Kelurahan Kutorejo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (han)