Muhbitin menempuh perjalanan puluhan ribu kilometer jalur darat selama kurang lebih satu bulan dan melewati beberapa negara. Diantaranya Malaysia, Thailand, Qatar, kemudian masuk ke Arab Saudi. Sebelum berangkat, pria yang bekerja sebagai penjual madu itu sempat berpamitan dengan seluruh keluarga dan masyarakat di kampung halamannya.
Selama perjalanan, Muhbitin mengaku menyempatkan singgah dan beristirahat di beberapa negara, mulai mengabadikan momen perjalanan hingga mengurus beberapa dokumen yang dibutuhkan agar dirinya sampai ke Tanah Suci Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam yang kelima, seperti STNK Internasional dan paspor.
“Menempuh jalur darat dan kapal melewati Malaysia, Thailand, Qatar dan Arab Saudi, lewat gunung-gunung pukul 12 malam,” ujar Muhbitin saat dihubungi Radar Gresik.
Berangkat ke Tanah Suci menggunakan sepeda motor, Muhbitin menjelaskan dirinya harus mengejar waktu untuk bisa menunaikan salah satu rukun haji yang tidak bisa ditinggalkan, yakni wukuf di Padang Arafah. Sehingga terpaksa motor bertenaga 250 cc miliknya diparkir di Malaysia. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus dan kapal menuju Mekkah.
“Motor saya tinggal di Malaysia karena Myanmar tutup. Tidak cukup waktu kalau mutar lewat China, jadi langsung perjalanan ke Mekkah dulu, mengejar Wukuf di Arofah,” jelasnya.
Menurutnya, perjalanan hingga tiba di Kota Mekkah membutuhkan perjuangan sangat besar. Sebab dirinya hanya mengantongi dokumen paspor turis, bukan paspor untuk keperluan haji atau umrah.
“Masuk Mekkah penuh perjuangan, karena visaku touris, jadi tidak boleh masuk Mekkah waktu musim haji, dan dijaga ketat. Alhamdulillah bisa menunaikan ibadah haji bersama ribuan jamaah dari seluruh penjuru dunia di Mekkah," pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah