RADAR GRESIK - Suasana sahur di Desa Bolo, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, tahun ini terasa lebih meriah dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Warga desa untuk pertama kalinya membangunkan sahur dengan menggunakan alat musik drumband. Tradisi baru ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat dan menjadi sorotan di tengah Ramadan.
Kelompok pemuda Desa Bolo berinisiatif untuk menghidupkan suasana Ramadan dengan cara yang unik. Menggunakan alat musik drumband, mereka berkeliling kampung pada dini hari untuk membangunkan warga agar bersantap sahur. Kegiatan ini bukan hanya untuk membangunkan sahur, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menambah semaraknya bulan suci Ramadan di desa tersebut.
"Biasanya kami hanya membangunkan sahur dengan kentongan atau sound system. Tahun ini kami coba sesuatu yang berbeda, yaitu menggunakan drumband. Alhamdulillah, respons warga sangat positif dan banyak yang merasa lebih bersemangat menyambut sahur," ujar Lingga, salah satu pemuda desa yang terlibat.
Inovasi ini tidak hanya disambut baik oleh para pemuda, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat dan perangkat desa. Sadad, salah satu warga Desa Bolo, menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas pemuda desa dalam menjaga semangat Ramadan.
"Ini merupakan inovasi yang luar biasa dari pemuda kami. Selain menjadi cara yang lebih atraktif dalam membangunkan sahur, ini juga mengajarkan disiplin dan kekompakan. Kami berharap tradisi ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang," ujar Sadad.
Dengan adanya drumband sahur ini, suasana Ramadan di Desa Bolo semakin terasa semarak. Masyarakat berharap tradisi baru ini bisa menjadi ciri khas desa dan diteruskan oleh generasi selanjutnya. Warga Desa Bolo merasakan suasana Ramadan yang lebih istimewa tahun ini, berkat kebersamaan dan kreativitas yang tercipta.
"Semoga drumband sahur ini menjadi tradisi yang langgeng, dan menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk memperkaya suasana Ramadan dengan kegiatan positif yang mempererat tali silaturahmi," kata salah satu warga lainnya.
Dengan semangat kebersamaan, Ramadan tahun ini terasa lebih istimewa bagi warga Desa Bolo, dan kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari kebudayaan dan tradisi Ramadan di masa depan. (say/han)
Editor : Hany Akasah