RADAR GRESIK - Bagi pecinta kuliner Gresik, Nasi Krawu sudah pasti menjadi menu favorit. Tapi tahukah Anda jika ada alternatif lain yang tak kalah lezat? Namanya Mulbi, kuliner yang disajikan dengan perpaduan daging sapi dimasak dengan santan kental berbumbu rempah yang pedas gurih.
Berbeda dengan krengsengan pada umumnya, Mulbi menggunakan irisan daging sapi tanpa lemak. Hal ini membuatnya tidak terasa berat dan mudah dicerna. Rasa pedasnya pun pas, dan bisa menghangatkan badan tanpa berlebihan.
Meskipun popularitasnya tak sebanding dengan Nasi Krawu, Mulbi tetap digemari warga asli Gresik. Bagi mereka, Mulbi ibarat pilihan lain saat bosan dengan menu nasi krawu. Salah satu tempat terkenal untuk mencicipi Mulbi adalah Warung Cak Moek di Jalan Pahlawan Gang XII Gresik.
Menyantap Mulbi bagaikan petualangan rasa. Daging sapi yang lembut berpadu dengan santan kental dan bumbu rempah yang meresap. Taburan bawang goreng dan serundeng menambah tekstur dan aroma yang menggoda. Sensasi pedas gurihnya dijamin akan membuat Anda ketagihan.
Muhammad Nur Syamsi alias Cak Moek (56), yang secara khusus menyajikan menu krengsengan mulbi di warungnya menyampaikan bahwa Mulbi buatannya ini rendah lemak dan tidak menggendal di lidah. Cara mengetesnya adalah setelah makan daging coba minum es, kalau berlemak masti akan menggendal.
"Mulbi paling cocok disajikan dengan sepiring nasi panas, lalu disiram potongan daging sapi lembut dengan santan kental berwarna kuning dan diberi taburan bawang goreng dan serundeng yang akan melebur dengan aroma rempah-rempah." Ucap Cak moek.
Untuk menikmatinya datanglah pagi hari atau saat jam makan siang. Sebab Cak Moek hanya membuat mulbi dalam jumlah terbatas.
"Sehari hanya sekilo daging. kalau agak malam ya sudah amblas (habis- red)," kata kakek murah senyum ini.
Bagi pecinta kuliner pedas, sensasi pedas mulbi mungkin terasa berbeda. Menurut Cak Moek, pedas mulbi bukan panas di mulut seperti cabai, melainkan terasa hangat di dada.
"Karena rempah- rempah yang kita pakai banyak. Tapi kalau mau lebih pedas bisa ditambah sambal goreng terasi," kata Cak Moek.
Cak moek menyebutkan, dalam setiap suapan mulbi terdapat cengkeh, pala, jinten, laos, merica dan serai.
"Ini yang membuat hangat. Kalau untuk gurih dan tambahan aroma kita beri kemiri dan daun jeruk," Tambah Cak Moek.
Proses pembuatan mulbi yang tergolong rumit dan membutuhkan waktu lama. menyebabkan saat ini Tak banyak yang menjual mulbi di kota Gresik. Cak Moek memperkirakan masih tersisa tiga warung yang konsisten menjual mulbi dan Semuanya berada di Kelurahan Tlogobendung, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.
Bagi Cak Moek, proses pertama yang harus dilakukan adalah memisahkan daging dari lemak. Ini harus dilakukan karena semua masakan Cak Moek bebas dari lemak.
"Saya selalu buang lemaknya. Jadi mulbi buatan saya ini rendah lemak dan tidak menggendal di lidah." tutur Cak moek.
Mulbi bukan hanya hidangan yang lezat, tetapi juga bagian dari budaya kuliner Gresik. Rasanya yang khas dan sejarahnya yang panjang menjadikannya ikon kuliner yang patut dilestarikan. (Rin/Han)
Editor : Hany Akasah