Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Usia Produktif Mendominasi 181 Kasus DBD, Dinkes Gresik Gencar Imbau PSN

Fajar Yuliyanto • Jumat, 25 April 2025 | 17:59 WIB
FOGGING: Petugas Dinkes Gresik melakukan fogging ke rumah warga.
FOGGING: Petugas Dinkes Gresik melakukan fogging ke rumah warga.

RADAR GRESIK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat adanya 181 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Data tersebut didominasi oleh  kelompok usia 15 hingga 44 tahun menjadi yang paling banyak terjangkit di wilayah Kabupaten Gresik.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, Dr. Puspitasari Wardani, menjelaskan bahwa jumlah 181 pasien DBD tersebut terhitung sejak bulan Januari hingga minggu ketiga April 2025.

Dijelaskannya, adapun rinciannya kelompok usia yang tercatat adalah usia 1 hingga 4 tahun sebanyak 22 pasien, usia 5 hingga 14 tahun sebanyak 74, dan usia 15 hingga 44 tahun sebanyak 78 pasien. 

“Untuk pasien DBD yang paling banyak di usia 15 hingga 44 tahun,” Ujar dr. Puspitasari, Kamis,(24/4).

Lebih lanjut dijelaskan dr. Puspitasari bahwa pencegahan DBD dapat dilakukan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M, yaitu Menguras tempat-tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat tempat penampungan air dan Mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air.

"Penyebab DBD itu dari nyamuk yang berkembang biak dari bintik-bintik nyamuk, Untuk itu PSN harus berkelanjutan agar sarang nyamuk tidak ada lagi,” Tambah dr. Puspitasari.

Sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai penggunaan fogging hanya dapat dilaksanakan apabila terdapat pasien positif DBD. Hal ini dikarenakan insektisida yang digunakan dalam fogging dapat membahayakan kesehatan jika digunakan secara berlebihan.

Baca Juga: Pemdes Dapet Balonggpanggang Gresik Gencarkan Pencegahan DBD dan Cegah Stunting

Maka yang perlu diwaspadai adalah tanda bahaya DBD yakni munculnya pendarahan seperti bintik-bintik merah di kulit, kondisi tubuh yang tiba-tiba anyep (keringat dingin).

"Misalnya pada hari pertama badannya demam, namun hari ketiga tiba-tiba anyep, itu perlu diwaspadai, dan juga muncul gejala tubuh lainnya seperti lemas dan nyeri perut, mual, maka harus segera diperikasakan ke puskesmas, kami juga berharap masyarakat selalu menjaga pola hidup sehat di lingkungan sekitar dengan pemberantasan sarang nyamuk,”pungkas dr. Puspitasari. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#fogging #gresik #DBD #3M #DINKES